Oleh Nabila Ufaira, Mahasiswa Fakultas Psikologi, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
MENULIS adalah salah satu hal penting dalam kehidupan, dengan menulis dapat membantu otak kita dalam menghadapi sebuah realitas dari kehidupan. Ketika realitas kehidupan terasa menyesakkan, otak sering terjebak dalam pikiran acak yang menganggu aktivitas, serta dapat menimbulkannya emosi yang tidak stabil dan melelahkan, dengan kita menulis pikiran acak kita hal itu dapat membantu kita dalam melepaskan emosi yang negatif, menjernihkan pikiran, dan mengantur emosi lebih stabil, yang secara terapeutik menulis dapat memberikan rasa lega dan ketenangan.
Secara neurosains, menulis tangan dapat menenangkan amydala (bagian otak pengelola rasa takut ) serta mengaktifkan prefrontal cortex untuk berpikir lebih jernih. Dalam ilmu psikologi, ada istilah cognitiv offloading, yaitu sebuah proses untuk membebaskan otak dari informasi yang berlebihan, dimana dengan kita melakukan kegiatan menulis dapat memindahkan beban yang ada didalam kepala melalui sebuah tulisan, sehingga pikiran bawah sadar kita tidak perlu untuk terus menerus memproses adanya pemicu stress tersebut sendirian.
Menurut Dr.James W. Pennebaker, seorang psikolog dan peneliti dari universitas Texas di Austin, berpendapat bahwa kegiatan menulis dapat menghilangkannya stress dan trauma seseorang melalui metode expressive writing (menulis ekspresif ) dimana seseorang dapat melakukan terapi menulis dengan menumpahkan segala pikiran dan perasaan terdalam mereka ke dalam tulisan tanpa memperdulikan tata bahasa maupun sruktur.
Pennebaker menyarankan aturan praktis yang dikenal sebagai “the 4-Day Rule”, yaitu :
1. Selama mimimal 4 hari berturut turut seseorang harus menulis selama 15-20 menit setiap hari
2. Menulislah hal-hal yang sangat menekankan diri anda baik berupa pengalaman traumatis maupun masalah emosional yang sedang menganggu, jangan khawatirkan tentang ejaan, tanda baca atau tata bahasa, jika kehabisan kata-kata maka ulangi saja apa yang sudah ditulis atau buat garis-garis abstrak sampai ide muncul kembali.
3. Pennebaker juga menyarakan untuk membuang maupun menghancurkan tulisan tersebut setelah selesai ditulis agar anda merasa beban menulis hal apapun tanpa rasa takut dihakimi oleh orang lain.
Penelitian dari Pennebaker menunjukkan bahwa menuliskan emosi mendalam dapat mengurangi beban mental seseorang dan dapat meningkatkan kesehatan fisik, serta menurunkan kecemasan yang dialami.
Dikutip dari beberapa sumber yang menceritakan pengalaman pribadinya soal menulis mereka menceritakan bahwa dengan kita menulis di atas kertas atau buku journaling dapat memberikan dampak yang sehat bagi kesehatan seseorang, dimana pikiran acak mereka mulai tearah, mulai merasa tenang, kecemasan yang dialami mulai hilang dan setelah mereka menulis membuat mereka merasa jauh lebih baik.
Pada masa zaman dahulu banyak orang terbiasa menulis dalam buku harian atau disebut sebagai diary, anda juga bisa menggunakan sebuah buku untuk menulis segala hal pikiran acak anda maupun hal-hal yang menganggu anda, di dalam psikologi ini sering disebut sebagai “journaling”, yaitu kegiatan menulis rutin dimana anda menuangkan pikiran, perasaan, emosi dan pengalaman hidup ke dalam bentuk sebuah tulisan. Praktik ini dapat membantu anda dalam refleksi diri dalam mengelola emosi, mengurangi stress, serta dapa meningkatkan kesehatan dengan memahi diri sendiri secara lebih mendalam.
Namun dimasa kini banyak orang-orang lebih memilih mengungkapkan perasaan atau sesuatu yang menganggu pikiran acak mereka dalam sebuah dunia digital baik itu di instragram, tiktok, twitter dan media lainnya, memang berbagi di media sosial juga dapat membantu meredakan pikiran acak karena kita merasa didengarkan oleh orang lain.
Namun, perlu disadari bahwa terkadang tidak semua hal tepat untuk dikomsumsi oleh publik, terkadang pula dengan kita terlalu sering menghabiskan waktu di media sosial, justru dapat menganggu kesehatan mental kita seperti terlalu overthinking, krisis percaya diri, kadang menimbulkan rasa kurang percaya diri hingga membandingkan hidup dengan orang lain dan pada akhirnya kita selalu merasa kurang dalam hidup ini.
Belakangan ini muncul kesadaran sebagian orang untuk menulis journaling yang sering direkomendasikan oleh psikolog untuk mengatur emosi dan pikiran acak seseorang, yang dapat membantu mengurangi ketegangan emosional, serta hal ini dapat membantu dalam terapi atas trauma yang pernah dilaluinya.
Dan anda dapat melakukan journaling pada malam hari sebelum anda tidur, hal ini dapat menenangkan pikiran anda dan membantu anda dapat tidur lebih nyeyak tanpa memikirkan hal-hal acak lagi, karena semua beban pikiran di otak anda telah berpindah ke atas kertas sehingga tidak menganggu tidur anda.
Beberapa manfaat dari journaling :
1. Menyalurkan perasaan sedih, amarah, kecewa, ketakutan dan bahkan frustasi
Dimana tidak ada perasaan yang perlu ditutupi, tak perlu takut dihakimi, terkadang kita juga tak dapat memahami perasaan dan keinginan kita sendiri namun saat menuliskannya kita menjadi lebih paham hal apa yang menjadi ketakutan kita dan membuat perasaan kita tidak nyaman.
2. Menangani trauma dan meningkatkan kesehatan fisik
3. Mengurangi kecemasan dan menghindari depresi
4. Meningkatkan daya ingat
5. Lebih mengenal diri sendiri
6. Meningkatkan kemampuan problem solving (pemecahan masalah)
Di mana dengan journaling seseorang dapat memahami perasaan dan pemikirannya, sehingga lebih mudah dalam memecahkan permasalahannya.
7. Dapat menghargai pencapaian
Banyak hal yang telah dilalui dalam pencapaian kecil yang patut di apresisi. Journaling menjadi cara agar kita dapat menghargai diri kita yang telah bertumbuh, berkembang, belajar, dan menjadi lebih baik. Mendokumentasikan hal-hal detail kecil dari kehidupan sehari-hari sehingga menjadi perayaan tentang siapa diri kamu.
8. Mempraktikkan Law of Attraction
Law of Attraction atau disebut LOA adalah hukum tarik menarik dimana apapun yang kita fokuskan dalam pikiran dan rasakan akan ditarik ke dalam kehidupan. Baik secara sadar maupun tidak sadar baik positif maupun negatifnya, diinginkan maupun tidak diinginkannya, dengan menulis journaling dapat membuat kita dapat memvisualisasikan harapan dengan lebih jelas dimana melibatkan emosi, imajinasi, dan membangkitkan energi positif ke dalam jiwa, bahkan apa yang kita bayangkan itu bisa terjadi, bisa dilakukan dan bisa di raih. []
