Banda Aceh - Kegiatan Kuliah Umum mengangkat tema “Public Policy Analysis and Advocacy : Friday Gender Politics, berlangsung dengan begitu meriah yang diselenggarakan Oleh Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Pada Jum'at (17/04/2026).
Dalam acara ini menghadirkan pemateri utama, Dr. M. Ammar Hidayatullah dari Centre for International Conflict Analysis and Management, Radboud University Nijmegen. Peserta yang berhadir tak hanya dari mahasiswa Masyarakat Pengembangan Islam tetapi dari berbagai Program Studi termasuk Komunikasi Penyiaran Islam dan Mahasiswa Teknik Perminyakan, Universitas Syiah Kuala.
Kuliah umum ini bertujuan memperluas dan mempertajam kemampuan kritis mahasiswa terhadap dinamika perpolitikan dan kebijakan gender yang berkembang di Indonesia.
Ketua Prodi Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Dr. Rasyidah, M.Ag., menekankan pentingnya pemahaman yang kritis terhadap kontestasi kebijakan di ruang public. Ia menilai kebijakan gender menjadi bekal bagi mahasiswa
“Mahasiswa harus memiliki ketajaman dalam menganalisis kebijakan terutama pasca-reformasi yang mana isu gender semakin komplek” ujarnya.
Salah satu peserta kuliah umum, Ari Maulana, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia menyampaikan bahwa topik Gender sangat komplek dan menarik untuk meningkat pengetahuan bagi mahasiswa agar lebih peduli terhadap issue Kebijakan Gender.
“Issue kebijakan gender begitu menarik untuk di bahas, apalagi kalau kita belajar lebih banyak, maka pemahaman cakrawala kita semakin luas dan kritis” Ujarnya saat di wawancarai pengalaman kuliah umum ini.
Ia menambahkan juga bahwa mahasiswa harus memiliki ketajaman dalam mengalisis sesuatu kebijakan terutama berbasis Gender melalui berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar maupun masyarakat
“Kita juga belajar secara mendalam tentang isi kebijakan gender itu sendiri, proses terbentuknya serta kebijakan dan politik gender yang berdampak bagi Masyarakat. Sehingga dapat mengasah ketajaman dalam berpikir dan peduli terhadap fenomena yang terjadi disekitar kita.” Tambahnya dengan penuh semangat.
Dr. Ammar memaparkan tentang “Kontestasi Kebijakan Gender di Indonesia Pasca Reformasi” dengan menjelaskan berbagai tarik ulur kepentingan politik memengaruhi lahirnya kebijakan. Tak hanya itu, ia menguraikan berbagai dinamika yang muncul setelah reformasi, termasuk tantangan maupun regulasi dalam implementasi kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.
Mahasiswa yang berhadir menyimak dengan penuh antusias atas materi yang disampaikan oleh pemateri dan mereka sangat interaktif selama sesi diskusi berlangsung. Baik tentang perlindungan hukum maupun kebijakan gender serta pemberdayaan perempuan di Tingkat akar rumput.
Diskusi kuliah umum yang dilaksanakan ini tidak hanya sebatas mendorong mahasiswa untuk memahami teori, tetapi juga memberikan pemahaman sehingga dapat mengaitkan dengan praktik yang ada di dalam kehidupan Masyarakat. [Ari Maulana]
