Iklan

Iklan

Bawa Edukasi dan Energi Terbarukan ke Pulo Breueh, HMTP USK Gelar HMTP Mengabdi 2026

5/25/26, 20:03 WIB Last Updated 2026-05-25T17:13:05Z


Aceh Besar 
— Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Syiah Kuala kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan HMTP Mengabdi 2026 yang berlangsung pada 22–24 Mei 2026 di Gampong Lhoh, Pulo Breueh, Kabupaten Aceh Besar.


Mengusung tema “Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Pendidikan dan Pengabdian”, kegiatan ini melibatkan 90 mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala yang turun langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai program edukatif, sosial, dan penerapan teknologi tepat guna.


Ketua panitia kegiatan, Roby Awlyansyah, mengatakan HMTP Mengabdi merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan, tetapi juga media pembelajaran sosial bagi mahasiswa agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.


“HMTP Mengabdi bukan sekadar kegiatan turun lapangan, tetapi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Kami ingin ilmu yang dipelajari di kampus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga,” ujarnya.





Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa menjalankan berbagai program pengabdian yang berfokus pada pendidikan, energi terbarukan, dan eksplorasi sumber daya air.


Salah satu agenda utama ialah sosialisasi pendidikan di SD Negeri Lampuyang yang mencakup edukasi kesehatan, pentingnya pendidikan, serta pengenalan energi ramah lingkungan kepada siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa maupun tenaga pengajar.


Selain itu, HMTP USK juga melaksanakan pengadaan sekaligus edukasi penggunaan solar panel sebagai solusi energi alternatif bagi masyarakat Gampong Lhoh.


Sebanyak 10 unit solar panel berdaya 1.500 watt dipasang di sejumlah titik strategis desa, yakni empat unit di mushalla desa, dua unit di kantor balai desa, dua unit di WC umum, serta dua unit di area pelabuhan.


Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan di wilayah kepulauan sekaligus menjawab kebutuhan listrik pada fasilitas umum masyarakat.


Tak hanya itu, mahasiswa juga melakukan survei geolistrik untuk mengidentifikasi potensi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi sarana penerapan keilmuan teknik pertambangan dan geologi secara langsung di lapangan.


Dalam rangkaian yang sama, HMTP Mengabdi juga menghadirkan kuliah lapangan untuk mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Geologi Struktur. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai kondisi geologi kawasan pesisir dan kepulauan, sehingga pengabdian yang dilakukan turut memperkuat aspek akademik.


Keuchik Gampong Lhoh, Yasin, mengapresiasi kehadiran mahasiswa Teknik Pertambangan USK yang dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat desa.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa HMTP USK. Program solar panel ini sangat membantu masyarakat, terutama di beberapa fasilitas umum. Kehadiran mahasiswa juga memberi semangat baru bagi anak-anak dan warga di sini,” katanya.


Dosen pembimbing kegiatan, Febi Mutia, menilai HMTP Mengabdi menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan empati sosial sekaligus kemampuan menerapkan ilmu di tengah masyarakat.


“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. HMTP Mengabdi menjadi contoh bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi dijalankan secara seimbang melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian,” pungkasnya.


[Ari Maulana]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bawa Edukasi dan Energi Terbarukan ke Pulo Breueh, HMTP USK Gelar HMTP Mengabdi 2026

Terkini

Topik Populer

Iklan