Iklan

Iklan

Anak Muda Jadi Penggerak Mengaji, Masjid Baitusshalihin Hidupkan Pendidikan Qurani di Ulee Kareng

12/31/25, 18:52 WIB Last Updated 2025-12-31T11:52:53Z

Banda Aceh — Masjid Baitusshalihin yang terletak di kawasan Simpang Tujuh, Ulee Kareng, tidak hanya dikenal sebagai salah satu masjid besar di wilayah tersebut, tetapi juga sebagai pusat pendidikan keagamaan yang hidup dan aktif. Keunikan masjid ini terletak pada peran anak muda yang menjadi penggerak utama kegiatan mengaji bagi anak-anak melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).





Masjid Baitusshalihin didirikan pada tahun 1980 oleh masyarakat setempat di atas tanah wakaf seluas 8.815 meter persegi. Kehadirannya sejak awal memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan ibadah dan aktivitas sosial-keagamaan masyarakat Ulee Kareng yang terus berkembang. Berbeda dengan Masjid Tuha Ulee Kareng yang merupakan situs cagar budaya berusia ratusan tahun, Masjid Baitusshalihin tergolong masjid modern yang tumbuh seiring dinamika masyarakat sekitar.


Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya aktivitas jamaah, masjid ini kemudian direkonstruksi pada tahun 2007. Pasca rekonstruksi, Masjid Baitusshalihin tampil lebih representatif dan mampu menampung berbagai kegiatan keagamaan dalam skala yang lebih luas. Namun, bukan hanya bangunan fisiknya yang berkembang, peran sosial dan pendidikannya pun semakin menguat.


Salah satu program yang paling menonjol adalah kegiatan TPA yang digerakkan oleh Remaja Masjid (RM) Baitusshalihin di bawah divisi pendidikan. Dalam kegiatan ini, anak-anak muda berperan langsung sebagai pengajar dan pendamping santri. Setiap sore hingga malam hari, masjid dipenuhi oleh anak-anak yang belajar membaca Al-Qur’an, memperdalam tajwid, menghafal doa-doa harian, hingga mengikuti program tahfidz bagi santri usia 11 tahun ke atas.


Metode pembelajaran yang digunakan pun terstruktur, salah satunya melalui metode Iqra’ untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an secara bertahap. Kehadiran pengajar dari kalangan anak muda menciptakan suasana belajar yang lebih dekat dan komunikatif, sehingga anak-anak merasa nyaman dan termotivasi dalam proses pembelajaran.


Peran aktif generasi muda ini menjadi keunikan tersendiri bagi Masjid Baitusshalihin. Di tengah tantangan zaman yang kerap menjauhkan anak muda dari masjid, Baitusshalihin justru menjadikan mereka sebagai garda terdepan dalam pembinaan keagamaan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar, pengabdian, dan regenerasi dakwah.


Selain TPA, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baitusshalihin juga rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan lainnya, seperti pengajian rutin, ceramah, dan majelis taklim. Seluruh program tersebut berjalan dengan baik dan mendapat dukungan serta antusiasme dari masyarakat sekitar.


Dengan semangat wakaf, gotong royong, dan keterlibatan aktif generasi muda, Masjid Baitusshalihin terus menunjukkan perannya sebagai pusat ibadah dan pendidikan Qurani di Ulee Kareng. Keberadaan masjid ini menjadi bukti bahwa masjid modern dapat berfungsi lebih luas, tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi masa depan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. [Muhammad Sahal, Fazlul, Hibatul Waafi]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Anak Muda Jadi Penggerak Mengaji, Masjid Baitusshalihin Hidupkan Pendidikan Qurani di Ulee Kareng

Terkini

Topik Populer

Iklan