Headlines
Loading...
Muslim Italia Bangun Pemakaman di  Roma

Muslim Italia Bangun Pemakaman di Roma

Muslim di Italia telah menyerukan pembentukan lebih banyak pemakaman Islam di negara itu. Selama puncak wabah virus corona (Covid-19), perjalanan nasional dan internasional dilarang. Sehingga, jenazah dari Muslim di Italia tidak dapat diangkut kembali ke tempat asal mereka.

Muslim di Italia sholat Idul Fitri dengan mengenakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Piazza Vittorio Square, Roma, Italia, 24 Mei 2020. - (AP Photo)



WASATHA.COM, ROMA - Pemakaman khusus Muslim pertama akan dibangun di Tragliatella, Roma dalam waktu dekat. Area pemakaman yang mampu menampung sekitar 16 ribu makam ini akan terhampar di atas lahan seluas 400 hektare.

“Namun, menemukan lokasi yang cocok untuk pemakaman Islam ini jauh dari kata mudah,” ujar Presiden Asosiasi Komunita Dhuumcatu Bengali, Bachcu Dhuumcatu dilansir di Arab News, Jumat (5/6).

Dia mengatakan pada awalnya melakukan pembicaraan intensif dengan Dewan Kota Roma, tetapi tidak dapat menemukan kesepakatan tentang kemungkinan lokasi. Dhuumcatu mengatakan, sebelumnya umat Muslim hanya dapat mengandalkan Municipal Cimitero Roma sebagai area penguburan. Namun, area itu terlalu kecil untuk memenuhi permintaan dan lahannya penuh.

Menurut dia, jika proyek Tragliatella mendapat lampu hijau dari pemerintah, maka pemakaman yang dinamai Garden of Peace ini akan menjadi solusi bagi wilayah Italia tengah, wilayah dengan komunitas Muslim terbesar di Italia.

“Pemakaman itu akan memungkinkan Muslim generasi kedua dan ketiga yang tinggal di Italia menghadapi situasi yang menjadi lebih sulit selama pandemi virus corona," ujar Dhuumcatu.

Dia mengaku sebelum menemukan lahan yang cocok di Tragliatella, mereka telah mencari tempat di Guidonia, kota besar lain tidak jauh dari Roma. Tetapi tidak berhasil menemukan tempat yang cocok.

Meski akhirnya telah menemukan lahan yang cocok di Tragliatella beberapa bulan lalu, namun Dhuumcatu mengatakan pembangunan Garden of Peace tidak dapat langsung dilaksanakan mengingat masih berlakunya pembatasan selama pendemi.

“Kami akhirnya datang ke opsi Tragliatella beberapa bulan yang lalu. Kami akan memulai pembicaraan dengan pihak berwenang Fiumicino, tetapi keadaan darurat coronavirus dimulai dan diskusi harus dihentikan,” katanya.

Berdasarkan hukum yang berlaku, lahan tersebut harus dibeli oleh komunitas Islam, dan kemudian disumbangkan ke Fiumicino sebagai bagian dari perjanjian, yang memungkinkannya diubah menjadi pemakaman. “Jika kita berhasil, kita akhirnya bisa dimakamkan menghadap Mekkah dan dengan peti mati yang dibawa oleh delapan orang (hal yang jarang dilakukan dalam prosesi pemakaman Muslim di Italia),” kata Dhuumcatu.

Prosesi pemakaman dan ketersediaan lahan semakin memburuk di tengah pendemi corona virus. Muslim Italia tak jarang kekurangan tempat pemakaman dan pengurusan jenazah yang tidak sesuai syariat seharusnya.

Muslim di Italia telah menyerukan pembentukan lebih banyak pemakaman Islam di negara itu. Selama puncak wabah virus corona (Covid-19), perjalanan nasional dan internasional dilarang. Sehingga, jenazah dari Muslim di Italia tidak dapat diangkut kembali ke tempat asal mereka.

Asosiasi Bengali Roma yang beranggotakan sekitar 35 ribu orang, kata Dhuumcatu, telah mengajukan permohonan crowdfunding atau donasi dana massal dari semua 2,6 juta Muslim yang tinggal di Italia. Dana tersebut nantinya akan digunakan menopang pembukaan pemakaman khusus Muslim yang dapat dimanfaatkan umat Muslim seluruh penjuru Italia ini.

Selain area pemakaman, Garden of Peace rencananya akan dilengkapi dengan sebuah sekolah Alquran, pusat olahraga, dan tempat penyembelihan halal. Meski begitu, Dhuumcatu mengatakan, saat ini Garden of Peace masih dalam tahap perancangan.

Seorang arsitek telah menyiapkan desain untuk proyek tersebut. Rancangannya menampilkan pohon-pohon palem, air mancur, dan obelisk di tengah-tengah tempat pemakaman yang tenang.

“Saya sepenuhnya memahami daya tarik pemakaman bagi warga Muslim. Saya pikir waktunya telah tiba untuk menemukan solusi,” ujar Wali Kota Bari, Antonio Decaro yang dikutip di Arab News. [sumber: republika]

0 Comments: