Gerbil: Akhir Kisah PT LMR harus Sama Dengan PT EMM

Share:

WASATHA.COM, Aceh Tengah - Koordinator Gerakan Bela Linge (Gerbi) Meli Saputri mengapresiasi hasil perjuangan Walhi dalam membantu masyaraat menolak kehadiran tambang di Aceh. Setelah perjuangan panjang, tumpahan darah dan tangisan masyarakat, PT EMM akhirnya harus angkat kaki dari Aceh, pun demikian PT LMR harus juga bernasib sama untuk segera keluar dari Aceh Tengah.

Perjuangan Walhi menggandeng rakyat dan mahasiswa menolak PT Emas Mineral Murni (EMM) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah telah membuahkan hasil melalui pembatalan pengoperasian, merupakan satu-satunya kabar gembira yang menyapa telinga dan menyentuh hati masyarakat Aceh saat pandemi Covid-19 bergentayangan.

Meli Saputri, Kamis (07/5) mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan panduan dan harapan baru bagi masyarakat Gayo, juga para mahasiswa dan rakyat harus melihat contoh pada kekuatan persatuan antara masyarakat dan mahasiswa asal Nagan Raya,

“PT EMM akhirnya harus angkat kaki dari Bumi Aceh setelah perjuangan panjang. Keberhasilan tersebut adalah buah nyata dari sebuah kekompakan seluruh elemen masyarakat yang terkomando kompak dalam satu gerakan, satu visi dan misi yaitu menolak beroperasinya PT EMM di tanah Rencong Aceh,” ungkap Melli di Banda Aceh, Rabu.

Ia mengungkapkan, sepatutnya para pejuang penolakan tambang di Gayo yaitu PT Linge Mineral Resources (LMR) juga harus segera merapatkan barisan, menyatukan persepsi dan menanggalkan segala perbedaan untuk fokus pada satu titik tujuan akhir, yaitu terusirnya PT LMR dari Bumi Gayo.

“Penolakan PT LMR dari Gebril ini, menyampaikan harapan besar kepada seluruh aktivis dan lapisan masyarakat untuk berjuang bersama. perlu ada rasa saling percaya, rasa berjuang bersama, untuk mencapai keberhasilan dalam menolak hadirnya PT LMR di wilayah Gayo,” tegasnya.

Dikatakan Meli, tidak perlu datang atas nama golongan, kita perlu satu gerakan yang disepakati bersama atas nama masyarakat Gayo untuk benar-benar berhasil memukul mundur PT LMR dari Bumi Gayo.

“Jika ingin PT LMR harus angkat kaki atau bernasib sama seperti PT EMM, maka itu jalan satu-satunya. Mari bersatu untuk tanah Tembuni Gayo,” sebut aktivis mahasiswa di Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh. [ ]

No comments