Pemko Didorong Agar Sediakan Marketplace Online untuk Pedagang

Share:

WASATHA.COM, Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Musriadi Aswad, S. Pd, MPd, dorong Pemerintah Kota agar menyediakan market place online untuk pedagang.

Musriadi menjelaskan dalam kondisi seperti ini, pelaku UMKM di Banda Aceh khususnya menerima dampak yang cukup berat. Sulitnya transaksi ekonomi bagi masyarakat Kota Banda Aceh dimasa wabah Covid-19 menyebabkan perekonomian masyarakat terhambat dan kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi dengan baik.

Karena itu kata Politikus PAN ini sepatutnya Pemko Banda Aceh melalui Dinas Teknis memikirkan aplikasi online secara spesifik sesuai karakteristik lokal, misalkan dengan melaunching Banda Aceh marketplace.

Aplikasi Online berbasis lokal ini penting, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, tumbuh pesat pada 2019.

Jumlah UMKM sebanyak 12.012 unit yang langsung terdampak secara ekonomi akibat bencana nasional ini, pedagang tidak bisa lagi melakukan aktifitasnya secara normal, sementara kebutuhan masyarakat juga sulit didapatkan bahkan harganya semakin melonjak tinggi.

"Aplikasi ini diharapkan menjadi wadah antara penjual dan pembeli dari berbagai toko maupun pedagang untuk kebutuhan warga kota," kata Musriadi, Rabu (1/4).

Anggota DPRK daerah pemilihan Syiah Kuala dan Ulee Kareng ini sangat yakin jika hal ini bisa diinisiasi oleh Pemko tentu sangat membantu warga Kota Banda Aceh. Karena aplikasi go food yang ada belum mengakomodir seluruh pedagang sayuran, ikan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Hal ini juga sejalan dengan Banda Aceh yang ditetapkan menjadi pilot project smart city, sudah selayaknya Pemko Banda Aceh melakukan lompatan inovasi dalam berbagai kebijakan yang memudahkan semua proses transaksi ekonomi.

Tentu aplikasi online untuk pedagang berkarakteristik lokal menjadi terobosan yang sangat relevan dengan kebijakan pembatasan sosial berkala besar pasca pandemi covid-19 semakin meningkat di Banda Aceh setiap harinya.

"Langkah ini juga bagian dari ikhtiar dalam menyelamatkan warga Kutaraja," tutup Musriadi. [adv]

No comments