Badai Covid-19, Jangan Cemas Hadapi Dengan Energi Positif

Share:



Oleh : Muhammad Danilo


Pandemi COVID-19 menjelma teror bagi banyak orang sampai-sampai menimbulkan paranoid massal. Kondisi psikologis dan fisiologis terganggu akibat berita tentang wabah ini. Akibatnya muncul gejala semu mirip infeksi SARS-CoV-2 seperti demam, sakit tenggorokan, dan batuk. Tentunya menghadapi pandemi virus corona tentu membuat setiap orang cemas, dan  terus menerus memikirkannya. Ketika cemas, yang melanda pusat rasa cemas pada otak, merespons dengan mengaktifkan sistem saraf otonom secara berlebihan. Tubuh dibuat seolah sedang menghadapi ancaman sehingga selalu siaga. Akibatnya gejala psikosomatik muncul, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, menciptakan rasa sakit di dada, Nah apa itu Psikosomatik? Psikosomatik merupakan kondisi ketika tekanan psikologis memengaruhi fungsi fisiologis (somatik) secara negatif hingga menimbulkan gejala sakit.
Hal ini bisa terjadi lantaran adanya disfungsi atau kerusakan organ fisik akibat aktivitas yang tidak semestinya dari sistem saraf tak sadar dan respons biokimia tubuh, penyebab psikosomatik inilah yang membuat manusia kesulitan untuk menjalankan aktivitas sebagai mana mesti nya.

Berpikir positif di tengah gelombang kabar mengenai corona itu akan meminimalisasi stres, meningkatkan imunitas tubuh. Cara mudah berpikir positif dan antara lain dengan mengurangi paparan informasi berlebihan mengenai virus corona, terutama yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. memperbanyak berdoa dan beribadah. Faktanya, berpikir positif ialah sumber daya utama bagi manusia selama menghadapi sebuah krisis, termasuk menghadapi pandemi virus corona saat ini, manfaat berpikiran positif  ini dapat memberikan efek yang baik bagi tubuh, antara lain:
Membuat bisa berpikir lebih jernih yaitu cara kita merasakan memengaruhi cara kita berpikir. Emosi positif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta bagaimana menilai sebuah masalah, pengambilan keputusan, fleksibilitas kognitif, dan kreativitas. Tetap positif akan membantu orang dewasa dan bahkan anak-anak menjadi lebih baik dalam menyelesaikan semua masalah yang sedang dihadapi saat ini.

Meningkatkan kekebalan tubuh, sebuah penelitian dengan orang-orang yang sengaja terinfeksi virus influenza dan rhinovirus mengungkap, mereka yang memiliki emosi positif lebih mungkin melawan gejala-gejalanya.

Mempercepat pemulihan kardiovaskular Penelitian telah menunjukkan, ketika mengalami emosi positif di balik peristiwa yang membuat stres, kita bangkit kembali dengan lebih cepat dan memiliki waktu pemulihan kardiovaskular yang lebih cepat. Pemulihan kardiovaskular adalah detak jantung yang lebih rendah dan tekanan darah yang lebih stabil. Kondisi ini salah satunya bisa diraih dengan berupaya menjadi positif
  •  Aktifitas bermanfaat seperti berolahraga, berjalan santai, mendengarkan musik, atau hobi apapun yang disukai. Hal yang tidak kala penting nya juga yaitu mengelilingi diri dengan orang yang memiliki pikiran positif.  Semoga semuanya kembali normal, semoga virus ini cepat berlalu, semoga kita kembali beraktivitas dan melakukan hal yang kita inginka untuk saat ini, kita harus tetap di rumah bantu pemerintah dan tenaga medis untuk setop penyebaran virus ini karena untuk kebaikan bersama. Kita doakan semoga para pasien dan tenaga medis diberikan kekuatan dan bisa sembuh kembali, Stay safe everyone.

Penulis: Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh

No comments