Kuota Internet jadi Hambatan Belajar Online

Share:
Dr Saminan Ismail, MPd

WASATHA.COM, BANDA ACEH – Proses belajar mengajar model daring (online) selama dua pekan di Banda Aceh berjalan cukup baik, meski masih didapati kendala teknis terutama keterlibatan aktif orang tua murid selama masa belajar di rumah dan kendala teknis perangkat pendukung, seperti ketersediaan kuota data internet masing-masing siswa.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Dr Saminan Ismail, MPd saat mengisi “Dialog Khusus Jumat” di Radio Baiturrahman 98,5 MHz, Jumat (27/3) pagi.  Dialog khusus yang membincangkan masalah Belajar dari Rumah Karena Covid-19, juga menghadirkan Arif Ramdan, S.Sos,I, MA, Praktisi Komunikasi yang juga Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Ia mengatakan, untuk hambatan teknis tersebut, Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh melalui para guru yang bertugas langsung terjun ke lapangan mengantisipasi kendala-kendala tersebut.

“Kami langsung mendatangi siswa ke rumahnya dan memberikan arahan agar anak bisa tetap belajar di rumah saat kebijakan tatap muka di sekolah diliburkan,” kata Saminan.

Saat ini, menurut Saminan proses belajar daring pada sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dilakukan melalui tiga model. Pertama, melalui web e.belajar.banda.aceh.web/id, kedua melalui saluran whatApps, dan ketika melalui email.

“Semua ini sudah kita persiapkan dari awal dan berjalan, saat terjadi hambatan di beberapa titik di sekolah di Banda, kita segera lakukan kunjungan manual ke rumah-rumah siswa. Berikan pengarahan kepada orangtua agar proses belajar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dialog Khusus Edisi Jumat Radio Baiturrahman berkait Belajar Daring, bersama Kadis Pendidikan Kota Banda Aceh

Saminan berharap beberapa kendala teknis dapat terus diperbaiki ke depan, termasuk persoalan belajar online dengan ketergantungan kepada kuota data internet yang masih jadi keluhan orangtua siswa. Untuk itu Dinas Pendidikan sedang mengupayakan agar KutarajaTV dapat berudara kembali sebagai televisi pendidikan di Banda Aceh yang dapat diakses secara mudah dan murah.

“Saat ini kami sedang jajaki kembali KutarajaTV, karena izinnya sudah kadaluarsa. Dengan media televise nantinya proses belajar daring akan lebih murah dan manfaatnya sangat terasa bagi siswa di Banda Aceh,” katanya.

Ia juga berpesan kepada semua orang tua yang mendampingi proses belajar di rumah agar dapat secara aktif mengajarkan anak untuk dapat belajar mengamati, mengidentifikasi, menyebutkan, menganalisis, dan menjelaskan persoalan yang dihadapi siswa. []


No comments