Iklan

Iklan

Refleksi 15 Tahun Tsunami, Aceh Bergerak Putar Film "Ajarkan Aku Aceh"

12/26/19, 09:42 WIB Last Updated 2019-12-26T02:42:28Z

WASATHA.COM, Banda Aceh- Aceh Bergerak bersama lintas komunitas kreatif Kota Banda Aceh memperingati 15 Tahun tsunami di Taman Budaya Banda Aceh, Kamis (26/12/2019).

Kegiatan tersebut dimulai dengan Doa dan Zikir Bersama Murit Dayah Modern Ulumul Quran Banda Aceh, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Para Pemain dan Tim Produksi Film Ajarkan Aku Aceh dan ditutup dengan gala amal untuk seniman Aceh.

Ambia Dianda ketua Aceh Bergerak menjelaskan bahwa kegiatan ini terlaksana atas dukungan puluhan lintas komunitas kreatif Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini suadaya dan tanpa sponsor. Akan tetapi, dukungan Gedung, Alat Putar film di bantu oleh Taman Budaya dan BPNB Banda Aceh.


“Gerakan kreatif dan solidaritas menembus keterbatasan menjadi tema kami di  peringatan 15 tahun tsunami kali ini. Tentunya, ini cara kami mengenang keluarga kami yang hilang, doa serta zikir kami semoga sampai untuk mereka,” ujar Ambia.

Doa peringatan tsunami akan di pimpin oleh T M Syuhada yang merupakan Siswa Madrasah Aliyah Ulumul Quran (MUQ) Banda Aceh.

Syudaha merupakan korban tsunami Aceh. Pada saat itu dia masih berumur Satu tahun. Keluarganya selamat dari Gempa dan Tsunami Aceh 2004 silam. Akan setapi seluruh harta benda luluh dilantak gelombang dasyat waktu itu.

M Isya Pemeran Bang Prak dalam Film Ajarkan Aku Aceh yang juga sebagai Ketua panitia dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa film yang berdurasi 50 menit ini menjadi puncak dari kegiatan mengenang syuhada korban Gempa dan Tsunami Aceh.

“Selain di putar di taman budaya Banda Aceh, film ini juga akan di putar di Sigli, Yogyakarta serta Jakarta pada tanggal 26 Desember. Film ini juga akan di putar di GOR Otista Jakarta Timur yang di tonton oleh 1000 relawan Squad,” jelas Bang Prak

Film ini menceritakan tentang Ros dan Ema yang merupakan wisatawan Malaysia yang sedang liburan di  Aceh.

Ros takut akan Gempa dan Tsunami tiba-tiba terjadi lagi, dalam pikirannya Aceh adalah daerah yang menakutkan untuk dikunjungi.

Perjalanannya berubah dengan hadirnya  Gam Pacok, dia hanyalah tukang becak biasa akan tetapi memiliki pengetahuan tentang mitigasi dan evakuasi bencana gempa dan tsunami.

Begitu juga dengan Brang Prak yang menjadi supir mobil disebuah traivel. Supir kocak serta sarat pengetahuan tentang teknik evakuasi dan dia juga paham tentang tanda-tanda apa bila Tsunami akan terjadi.

Kegiatan Doa, Zikir serta Gala Premiere ini merupakan suwadaya dari lintas komunitas. Pun demikian, kegiatan tetap semarak karena puncak Para peserta Gala Premiere film Ajarkan Aku Aceh yang sudah mendaftarkan diri mencapai seribuah orang.

"Akan tetapi karena tempatnya terbatas, panitia hanya bisa menyediakan 500 tempat duduk," sebut Bang Prak[]


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Refleksi 15 Tahun Tsunami, Aceh Bergerak Putar Film "Ajarkan Aku Aceh"

Terkini

Topik Populer

Iklan