Iklan

Iklan

Pertamina MOR I FT Krueng Raya Launching Program Budidaya Jamur Tiram

Rizki Ananda
12/28/19, 18:43 WIB Last Updated 2019-12-29T07:16:29Z

WASATHA.COM, ACEH BESAR- Berdayakan ekonomi masyarakat, PT. Pertamina (persero) MOR I Fuel Terminal Krueng Raya dan Rumah Zakat Aceh menyelenggarakan program Lauching program budidaya jamur tiram di Desa Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar (28/12) pagi.

Dihadiri langsung oleh Manajer pertamina MOR 1 FT Krueng Raya, Budi Mustanto, camat masjid raya diwakili mukim Lamnga, Danramil Masjid Raya, Sahranto, geuchik Lamreh dan perwakilan masyarakat desa Lamreh, Aceh Besar.

Kegiatan di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Tgk. Hasrai.

Kata sambutan disampaikan oleh ZISWAF RZ, Irhas Kamal menyampaikan beberapa perkembangan budidaya dan olahan jamur tiram yang sudah berjalan selama 1 tahun dari bantuan CSR yang telah diberikan.

Adapun bantuan CSR yang diberikan pada tahun 2018 diantaranya, Sewa Lahan 10 tahun, bantuan baglog 2,500 buah, 9 rak, keranjang jamur dan alat sprai jamur, kompor biobriket dan pelatihan biobriket (bahan bakar alternatif).

Iwan, geuchik lamreh menyampaikan ucapan terima kasih dan harapan akan program CSR pertamina terus berjalan kedepan, bahkan diharapkan diberikan program lainnya.

"Terima kasih dari pihak pertamina Krueng Raya yang telah membantu budidaya jamur, kami harapkan bisa berjalan seterusnya. Kami harapkan juga ada bantuan CSR lainnya dari pihak pertamina," ujar Geuchik lamreh tersebut.

Manajer PT. Pertamina FT Krueng Raya, Budi Mustanto menyampaikan kata sambutan sekaligus pembukaan Launching tersebut.

Dalam kata sambutannya, Budi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Zakat yang senantiasa mendampingi budidaya dan olahan jamur dan diharapkan upaya budidaya ini dapat membantu meningkatkan ekonomi dan meningkatkan para pekerja untuk menghasilkan produk yang lebih dengan apa yang telah dilakukan.

Acara ini bertujuan memperkenalkan masyarakat terhadap program budidaya sekaligus evaluasi program yang telah sukses berjalan selama setahun tersebut.



Manajer pertamina Krueng raya, Budi Mustanto (tengah) bersama lainnyasedang melihat Baglog (tempat penyimpanan awal jamur).

Dari hasil budidaya jamur tiram ini, Alhamdulillah jamur yang sudah panen dapat dijual dan dijadikan olahan seperti kerupuk dan dijadikan penganti bahan bakar.

"Pengembangan produksi budidaya dan olahan jamur tiram ini dari bantuan CSR Pertamina pada tahun 2018 Alhamdulillah telah menghasilkan sarana berupa 3 kumbung (rumah jamur) serta olahan jamurnya yang bisa menjadi bahan bakar (biobriket) pennganti kayu bakar", terang Syahabbuddin, pendamping bidang ekonomi Rumah Zakat Aceh.

 jamur tiram yang sudah bisa dipanen

Untuk pencapaian tahun 2019, akan dilakukan produksi jamur tiram yang kemudian akan diolah menjadi eskrim, jamur sebagai obat dan lainya.

"Tahun 2019 ini dalam proses olahan jamur ini menjadi es krim, obat-obatan dan lainnya. Namun masih dalam pengembangan kembali", terangnya kembali.

Budidaya jamur tiram ini diharapkan bisa menjadi komoditas unggul masyarakat dalam hal ekonomi, proses pengembangan hingga masih berlanjut. budidaya ini masih membutuhkan bantuan penunjang lainnya untuk memberikan produksi maksimal kedepannya. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pertamina MOR I FT Krueng Raya Launching Program Budidaya Jamur Tiram

Terkini

Topik Populer

Iklan