INH

Iklan

Iklan

Delisa: Edukasi Bencana Belum Merata di Aceh

12/27/19, 11:36 WIB Last Updated 2019-12-29T07:22:44Z



Laporan: Yuriza Ulfani

WASATHA.Com,  Banda aceh- Memperingati 15 tahun Tsunami  yang mengguncang Aceh  pada tahun  2004 lalu, mengadakan kegiatan renungan pada, Kamis (26/12/2019).

 Acara ini  juga dihadiri oleh beberapa korban dan saksi pada masa itu, kegiatan ini sangat berbeda dengan sebelumnya karena lebih di apresiasiakan dengan melalui seni.

Delisa salah seorang  gadis  yang menjadi korban saksi bisu yang selamat dari kencaman stunami  Delisa juga mengatakan, peringatan tsunami pada tahun ini berbeda dengan tahun yang lalu karena kali ini diisi dengan kegiatan seni teater, dan puisi karena pada masa ini adalah zaman melenial apabila dijelaskan melalui cerita para melenial akan mudah bosan.

Renugan ini sesuatu yang baru,  banyak dari para korban yang susah untuk melupakan tragedi tersebut dan mehilangkan rasa trourma nya yang mengalami bencana alam tersebut.

Menurut Delisa trauma itu tidak bisa di atasi karena itu adalah sebuah kenangan yang selalu terlintas dalam bayangan saya,  trauma  yang paling berat buat saya sampai saat ini saat mendengar suara geledup petir.

Edukusi bencana pada saat ini belum merata hanya di berbagai tempat saja yang terpenuhi. Seperti di kota-kota besar di aceh Sedangkan di kota- kota  terpencil masih kurang idukasinya. Banyak dari korban mendidikasikan dirinya untuk bangkit dari truorma dengan Mensyukuri semua nikmat Allah.

Seorang gadis perumur 7 tahun Yang mampu merekam dan mengingat kejadian tersebut dengan kekuasaan Allah setelah 15 tahun silam dia masih mampu mengingat nomor handphone orang tuanya.

"Untuk mehilangkan trourma tidak mungkin karena pasti ada trouma, membiasakan dari  menghadi hari dengan lebih indah dan jangan di renunggi sekali hinga harus tetap bangkit, " harapnya .

 Acara ini bertujuan untuk mengenang dasyatnya   gempa yang berkekuatan 9.1 Skala RIchter Sehingga menimbulkan tsunami  pada 26 Desember 2004 silam.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Delisa: Edukasi Bencana Belum Merata di Aceh

Terkini

Topik Populer

Iklan