Mengendalikan Pemain PUBG

Share:


GAME
online menjadi rutinitas permainan yang sangat didominasi pada zaman milenial saat ini, salah satu game populer  saat ini adalah game PlayerUnknown's Battle Grounds ( PUBG ). Game ini  telah dipublikasikan oleh Bluehole pada 23 Maret 2017 dan buming di seluruh dunia.

Game ini menjadi permainan favorit di kalangan millenial dan menjadi suatu hiburan ataupun kegiatan rutin yang menjadi penghilang stres bagi sebagian kalangan masyarakat yang aktif menggunakan gadget disegala aktivitasnya. Hal ini Sesuai yang dilaporkan Firstpost, pada bulan Mei lalu Game PUBG kini memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan. Ini merupakan pemecahan rekor baru di dunia game online.

Jumlah tersebut merupakan pencapaian besar bagi game yang baru diluncurkan sekira setahun yang lalu di iOS dan Android.  Pasalnya Sejak diluncurkan, game PUBG ini telah menghasilkan lebih dari USD100 juta untuk Tencent.

Diketahui lonjakan pemain PUBG memang telah terlihat dari akhir tahun lalu. Perlahan lonjakan PUBG di perangkat iOS untuk pertama kalinya mencapai 166 persen dari USD4,5 juta hingga USD12 juta untuk versi mobile. Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya berdasarkan banyaknya orang yang menginstal aplikasi game ini kemasing-masing smartphone mereka.

Dibandingkan Fortnite, PUBG Mobile meraup 43% lebih banyak di perangkat iOS selama rentang waktu yang sama. Menurut data Sensor Tower’s Store Intelligence, pengeluaran pemain di seluruh dunia baik di App Store dan Google Play diperkirakan naik 2,7x pada Desember 2018. PUBG sudah memiliki 400 juta pemain di seluruh dunia dari berbagai jenis platform, Adapun jumlah 400 juta pemain tersebut berasal dari platform iOS, Android, PC, serta Xbox One. Angka terkini, selama 24 jam hanya ada sekitar 1,5 juta pemain PUBG yang tercatat di Steam. Ini berarti hampir separuh orang bermain game tersebut secara teratur.

Jika beralih ke ranah Nasional, game ini juga diminati oleh kalangan masyarakat terutama generasi millenial. Pasalnya  saat ini tercatat ada 5 juta pengguna aktif PUBG di Indonesia. Jumlah tersebut mencakup setengah dari total 10 juta downloaders di Dunia.  Bahkan di musim kedua, pada periode game 14 minggu sebelumnya, lebih dari 130 juta pemain dari lebih dari 200 negara sukses menghasilkan 864,425,575 chicken dinners (sebutan untuk pemenang PUBG). Jika kita melihat angka ini bisa dikatakan aktivitas orang-orang di Dunia sangat meminati permainan game yang sangat populer ini.

Dari beberapa sumber menyebutkan sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi pasar game mobile tersebut, baik dari jumlah pemain maupun pendapatan. Menurut Sensor Tower, jumlah pengguna game mobile di Indonesia diperkirakan melampaui 100 juta pada tahun 2019.

Namun sebagian masyarakat menganggap aktifitas bermain game PUBG ada yang bersifat positif dan negatif  akibat bermain game online PUBG ada beberapa dampak  muncul karena kecanduan,timbulnya kelalaian sehingga menghabiskan waktu durasi yang lebih lama untuk bermain kurang perhatian terhadap kondisi kesehatan tubuh mereka (begadang).dan melupakan waktu mereka melakukan kegiatan lainnya seperti sholat 5 waktu, bersosialisasi. Kecenderungan sosial semakin terbatasi karena adanya aktivitas bermain game online yang tiada hentinya dan bahkan sebagian orang menganggap hal ini menjadi rutinitas wajib yang harus dikerjakan sehingga menimbulkan rasa cemas bila tidak bermain game online dalam satu hari.

Selain dampak tersebut, game PUBG juga berdampak pada gangguan kesehatan seperti pada mata dapat membuat mata merasa lelah dan berujung pandangan buram, kering, bahkan bisa membuat kepala berkunang-kunang hingga rasa mual. Dalam tingkat yang lebih parah, anak-anak terancam mengalami rabun jauh atau miopia jika terlalu lama menatap layar.

Gangguan ini muncul akibat refraksi cahaya yang jatuh di depan retina. Bermain game sangat minim dengan aktifitas fisik. Otot tidak melakukan aktifitas fisik sehingga menyebabkan metabolisme tubuh turun. Dalam jangka panjang, massa otot akan menurun, terjadi obesitas, sakit pinggang, menurunnya sistem imunitas sehingga mudah terkena penyakit.

Selain itu nge-game berlebihan akan menyebabkan pola makan dan istirahat berubah mengikuti jadwal main game mereka. Waktu makan dan istirahat menjadi tidak teratur. Kondisi ini tentu saja sangat rentan bagi kesehatan. Sindrom Carpal Tunnel atau cedera otot tangan ditandai dengan kesemutan, mati rasa, kelemahan serta kerusakan otot pada pergelangan tangan dan jari. Penyebabnya adalah tekanan dan ketegangan saraf di pergelangan tangan yang berfungsi merasakan dan menggerakkan tangan dan jari.

PUBG tak cuma merusak fisik, tapi juga kondisi psikis seseorang. Permainan bertema kekerasan itu bisa memengaruhi psikologis dan kognitif pemain. Psikolog klinis Personal Growth, Anita Carolina Hendarko menjelaskan, dampaknya beragam, mulai dari timbul perilaku agresif, masalah kontrol emosi, sulit mengendalikan diri, hingga perubahan struktur otak.
Sebagai contoh fenomena akibat bermain game pubg seorang bocah laki-laki di Haimen, Jiangsu,

Tiongkok melompat dari lantai empat sebuah gedung dan meninggal secara tragis. Faktor mendorongnya melakukan aksi tersebut karena ia begitu terobsesi dengan permainan pubg. Kemudian warga Tasikmalaya, Jawa Barat, Mengalami gangguan jiwa, Akibatnya ia memainkan jarinya seolah-olah ia sedang memainkan game dan ia pasif tidak bisa diajak berkomunikasi. Saat ini dalam proses rehabilitasi.

Akibat dampak fenomena yang terjadi saat ini para ulama sepakat dan mengeluarkan fatwa tentang game PUBG tepatnya pada Sidang Paripurna Ulama III tahun 2019 di simpulkan bahwa bermain pubg dan sejenisnya adalah haram. Karena menciptakan kebrutalan, dapat berpotensi mengubah perilaku penggunanya menjadi negatif  karena dalam kegiatan tersebut mengandung unsur kekerasan, unsur pornografi. Pasalnya karakater yang di mainkan dalam game PUBG mengunakan kostum yang minim yang tidak senonoh kemudian dalam game tersebut mengandung aksi perkelahian sehingga dapat membuat pemainnya meniru hal tersebut dalam dunia nyata sehingga pola fikir sudah di rusak karena faktor game tersebut.

Pada akhirnya tetap bersangka baik dengan fatwa diharamkannya PUBG dan sejenisnya oleh ulama . Namun demikian yang terpenting ialah peran orang tua, Karena terkadang orang tua sibuk tidak bisa memberi perhatian, mengontrol anak sepenuhnya dan untuk menghindari kesibukkan tersebut mereka memberikan fasilitas seperti gadget terhadap si anak.

Tujuannya agar anak merasa lebih tenang, Nah ini dapat membawa pemicu bagi anak mencari kesenangan lain salahsatunya bermain game PUBG.
Menurut effendi dalam bukunya “Psikologi Komunikasi Menurut teori behaviorisme “Law of effect” yaitu: “Perilaku yang tidak mendatangkan kesenangan tidak akan diulangi artinya seseorang tidak akan menggunakan game online bila game online itu tidak memberikan kepuasan pada kebutuhan kita. Ketika kecanduan sudah mulai ada makanya tidak mudah untuk menghilangkannya.

Bagi orangtua yang belum pernah memperkenalkan fasilitas seperti smartphone sebaiknya tidak perlu diberikan karena akan berbahaya ketika sudah lalai. Dan bagi orangtua yang sudah terlanjur memperkenalkan hal tersebut maka disini peran orangtua sangat berpengaruh, mungkin untuk menghilangkan sepenuhnya tidak akan mudah namun orangtua perlu memberikan penegasan dan batasan terhadap anak. Jika tidak ada kontrol yang kuat serta penerapan disiplin oleh orangtua, maka anak akan terbiasa untuk bermain game online tanpa ada batasan.

Waktu istirahat main game selama 10 menit setelah main game selama 30 menit, dengan waktu main game maksimal 2 jam saja. Jika terlalu lama bermain game dikhawatirkan dapat merusak mata, menimbulkan gangguan kesehatan, merusak konsentrasi saat serius, menjadi mudah marah / emosi serta gangguan mental lainnya, dan lain sebagainya. Kecanduan game online disebabkan oleh kurangnya pengkontrolan orangtua, kurangnya kegiatan, lingkungan yang tidak sehat, dan terlalu memanjakan anak.

Di samping itu untuk menghindari hal tersebut orangtua memiliki peran yang besar dalam menangani hal ini, orangtua perlu meluangkan waktu bersama anak seperti  mengajak anak bermain bersama mengajak anak melakukan hobinya tanpa melibatkan gadget seperti melukis, membaca, menari, bermain musik ataupun yang lainnya. Hal tersebut dapat digunakan sebagai cara mengalihkan perhatian anak dari game gadget. Sehingga menciptakan lingkungan yang positif. Lingkungan yang mendukung terhadap bakat dan kreativitas anak, orangtua yang selalu memberikan pandangan positif pada anak, akan dapat membentuk anak menjadi individu yang lebih mandiri dan tidak mudah putus asa. Dalam kondisi tersebut orangtua sangat berperan dalam melakukan kontrol dan menerapkan disiplin terhadap anak.

Karena semua perilaku sosial yang terjadi pada seseorang adalah hasil dari bagaimana keluarga terutama orangtua dalam memberi pemahaman. Setelah melihat lingkungan yang semakin merajalela masyarakat cenderung pasif dan sibuk dengan diri sendiri tidak mempedulikan lingkungan bahkan dalam berkomunikasi pun hanya melalui gadget tanpa ada interaksi secara langsung.

Maka untuk menghindari kecanduan game sebaiknya kita selalu meluangkan waktu bersama keluarga dengan kegiatan positif sesuai dan hobi masing-masing seperti berolahraga, membaca buku, mengikuti kajian Islami dan hal-hal lain yang sifatnya positif untuk perkembangan hidup yang lebih maju. [Cut Maulida Fajriana]

No comments