Idul Fitri, Kita Menang!

Share:
Perwujudan atau pengejawantahan kemenangan itu akan terlihat pada sejauh mana hubungannya dengan Allah Swt berupa penunaian ibadah dapat menjelma dalam hubungan baiknya dengan manusia dalam kehidupan sehari-hari.





Allahu akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahi Alhamdu

RAMADHAN telah pergi meninggalkan kita, 1 Syawal menyapa umat Islam di seluruh dunia. Hari kemenangan itu tiba, hari di mana jiwa-jiwa para shaimin, orang-orang yang berpuasa bergembira karena tuntas berpuasa dan bertemu dengan Idul Fitri.

Hari dimana jiwa ini kembali kepada kefitrahan sebagai manusia, dan keluar sebagai manusia dengan predikat taqwa sebagaimana tujuan daripada puasa Ramadhan itu sendiri. Idul Fitri adalah hari kemenangan, menangnya umat Islam yang beriman setelah berpuasa,mengabdi dan menghamba dengan penuh harap dalam keadaan lapar dan dahaga.

Ramadhan telah mengajarkan kita makna sabar dan menahan diri, tidak mudah melakukan amaliah ini di luar bulan puasa. Itu sebab, jika syawal tiba maka Rasulallah Saw mengajak kita untuk kembali menyempurnakan latihan ini dengan penguatan puasa enam setelah Ramadhan di bulan Syawal.

Tujuannya tiada lain menambah ibadah dan mengekalkan ampunan, sebab barangsiapa yang puasa enam setelah Ramadhan maka dosanya akan diampuni yang akan datang dan telah berlalu, luar biasa! kita hendaknya tidak meninggalkan ini.

Syawal adalah permulaan untuk menerapkan apa yang telah diajarkan Ramadhan kepada kita selama sebulan. Bulan ini, sesuai dengan namanya adalah bulan peningkatan, segala amaliah kita harus meningkat,tidak boleh kendor apalagi menghentikan semua amalan selama puasa. Mari kita berlindung dari hal ini, agar Ramadhan benar-benar membekas pada diri.

Idul Fitri disebut hari raya kemenangan karena pada hari ini, orang yang sedang berpuasa dapat terlahir kembali sebagai orang-orang yang menang mengendalikan hawa nafsu setelah sebulan penuh berpuasa.

Pada Ramadhan itu, kaum Muslim melakukan jihad akbar mengendalikan hawa nafsunya. 
Orang yang menang di hari raya adalah mereka yang meraih ketakwaan. Ini tidaklah mudah sebab meraih ketakwaan membutuhkan perjuangan.

Kemenangan di hari raya adalah milik mereka yang menang dalam mengendalikan hawa nafsu. Kemenangan itu, menjadikan mereka senantiasa berpikir dan berperilaku positif. Dengan kemenangan itu pula, mereka menjadi pribadi yang paripurna.

Mereka yang menang di hari raya ini, adalah mereka yang mampu untuk meraih nilai-nilai Ramadhan. Perwujudan atau pengejawantahan kemenangan itu akan terlihat pada sejauh mana hubungannya dengan Allah Swt berupa penunaian ibadah dapat menjelma dalam hubungan baiknya dengan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Idul Fitri juga merupakan momentum untuk saling membuka pintu maaf, atas dosa yang sengaja dan tidak. Esensi maaf pada Idul Fitri adalah mengikhlaskan kemaafan itu, meski berat tali ikatan silaturahmi harus kembali terajut. Inilah sebenarnya yang melatarbelakangi makna mudik kampung halaman. Kembali ke kampung untuk merajut tali kasih keluarga yang terpisah dengan jarak dan beragam sebab

Taqabbala Allahu Minna Wa Minkum Minal A’idin Wa al-Faizin. Semoga Allah menerima ibadah dan doa kita dan semoga kita kembali ke Fithrah Kesucian dan meraih kemenangan abadi dengan hidup damai di dunia dan di akhirat. Maaf lahir dan batin. []

No comments