Ini Dia Ikan Langka dari Kluet Tengah

Share:
Foto : Google
IKAN Puyu (Anabas Testudineus) merupakan spesies ikan air tawar yang paling lasak, Sawah atau air payau serta rawa menjadi habitat utama spesies ini, kalau di daerah ujung barat Selatan Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan. 

Ada daerah tertentu yang biasanya mudah untuk didapatkan ikan jenis ini, seperti ujung barat pulau dua, perairan menggamat, air tawar pedesaan malaka, desa koto, desa indarung dan desa-desa lainnya atau daerah kayu bakongan timur. 

Akhir-akhir ini kenyataannya sangat susah mendapatkan jenis ikan ini karena menurut cerita warga, benih atau anak-anaknya sudah "dibekupi" oleh ikan predator yaitu sejenis Lele Sangkuriang /jumbo yang hidup bebas dan liar.

Spesies satu ini bukan sengaja dibudidayakan seperti biasanya tetapi jenis ikan pemangsa ini hidup bebas di perairan suku Kluet, ukuran spesies ini bisa mencapai sebesar paha orang dewasa, mencapai 1 meter ukuran panjang.

Uniknya ada mitos beredar bahwa lele jumbo bisa hidup di atas pohon kelapa, mungkin disini maksudnya karena keganasan dan kecepatan perkembang biasannya sudah mengkhawatirkan, dan ada juga jenis spesies lain menjadi pemangsa ikan Puyu yaitu belut Kutacane.

Spesies ini baru terdengar kabar pernah dijumpai di Kecamatan Bakongan Timur tetapi sudah sangat mendominasi perairan  rawa menggamat, kemudian faktor lingkungan dan ulah tangan manusia sendiri yang menjadikannya langka, yang tidak melestarikan lingkungan bersih dan sehat. 

Ikan Puyu yang agresif ini mengandung Omega3 yang melebihi 2,400 mg bagi setiap 100 gram berat isi ikan berbanding ikan salmon hanya mengandungi 842 mg per 100 gram isi ikan.

 Berdasar daerah habitat puyu bisa dibedakan menjadi: Puyu kongker, Puyu ujung barat, Puyu Sungai Menggamat.

Masyarakat Aceh Selatan khususnya Kluet Tengah menggamat biasanya lebih suka mengkonsumsi puyu ujung barat atau puyu kongker, karena rasanya masih nikmat dan lezat disebabkan air tempat habitat masih alami. 

Berbeda dengan puyu sungai menggamat yang kualitas daging dan aromanya sudah dipengaruhi faktor lingkungannya sendiri yang menjadikan berbau dan basi rasanya, berdasar ukuran bisa debedakan menjadi: Puyu berduri, Puyu Dua Jari, Puyu Tiga jari dan Puyu Sandal Swallow

Puyu adalah ikan yang biasanya dijadikan lauk oleh masyarakat dan sangat digemari, selain rasanya yang nikmat, juga aromanya yang khas. 

Puyu biasanya dimasak rendang memakai santan kelapa setengah tua, asam pedas, atau dicampur dengan udang laut, dipanggang dan digoreng akan sama-sama gurih yang rasanya membuat lidah bergetar dan ketagihan. [Kuliya Masrul]/Dhi