Disdukcapil Kota Subulussalam Minim Alat Perekam KTP Elektronik

Share:
WASATHA.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Subulussalam kekurangan alat perekam KTP Elektronik.

Alat perekam yang ada saat ini hanya satu, hal ini menyebabkan karyawan CAPIL kesulitan untuk melayani masyarakat. Akibatnya warga sering mengantri saat pembuatan KTP Elektronik.

Kabid data dan informasi Marida Susanti, SE mengatakan “Setiap tahun biasanya kami melakukan perekaman KTP Elektronik keliling ke setiap daerah. Namun, pada tahun ini belum pernah terlaksana, karena minimnya dana dan alat perekam KTP Elektronik,” ujar Marida saat ditemui di kantor Disdukcapil Simpang Kiri, Subulussalam, Jum’at (14/7/2017).

“Idealnya setiap kecamatan memiliki satu alat perekaman KTP Elektronik yang harus disediakan oleh pemerintah. Supaya dapat memudahkan proses pengurusan KTP Elektronik. Sebenarnya alat perekam ini sudah diusulkan ke Pemerintah Kota Subulussalam dan Pemerintah Aceh. Namun, hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah,” pungkas Marida.

Ia juga menambahkan, banyak sekali masyarakat yang belum belum terdaftar membuat KTP Elektronik, sebagian masyarakat belum ada kesadaran bahwa KTP Elektronik sangat penting.

“Data yang kami dapatkan, pada 20 Juni 2017, berjumlah 11.460  jiwa belum terdaftar membuat KTP Elektronik. Hal Ini disebabkan karena jarak tempuh masyarakat yang sangat jauh dari kantor Catatan Sipil. Juga belum adanya kesadaran masyarakat bahwa KTP Elektronik sangat penting,” tambahnya

Syarat untuk membuat KTP Elektronik hanya KK dan termasuk warga yang berdomisili di Kota Subulussalam. Jumlah yang diwajibkan untuk memiliki KTP Elektronik di kota ini 55.850 jiwa, sedangkan yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik 44.115 jiwa khususnya di Kota Subulussalam.

Kabid Data dan Informasi Disdukcapil Kota Subulussalam berharap, “Semoga alat perekam KTP Elektronik di Kota Subulussalam segera bertambah. Supaya masyarakat mudah untuk membuat KTP Elektronik,” harap Marida.[Maulidna]/Dhi