Syaikh dari Palestina Isi Dialog Ramadhan Pemko Banda Aceh

Share:

Foto :Wasatha.com|Rizki

WASATHA.COM-Pemerintah Kota Banda Aceh kedatangan Imam besar Palestina untuk menjadi pemateri Program Dialog Dakwah Ramadhan pada  Kamis (15/06/2017) di Aula lantai 4 Balai Kota Banda Aceh.

Program Dialog Dakwah Ramadhan dengan Tema “Indahnya Ramadhan dalam bingkai Persaudaraan” ini telah diadakan selama Ramadhan oleh Walikota banda Aceh.
Dalam Program Dialog Ramadhan tersebut, Ada dua Orang pemateri yang dihadirkan yaitu Syaikh Al-Mu’tashim Billah dan Ustadz Mursalin Basyah dan Ustadz Ahmad Rizal sebagai Moderator.

Acara Dihadiri langsung oleh  Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil walikota, Drs.H Zainal Arifin.

Berbeda dari  biasanya, pemateri yang diundang adalah para penceramah dari dalam daerah. Namun, pada kesempatan kali ini, Program ini kedatangan Imam dari palestina sebagai pemateri.

Acara ini bekerjasama dengan beberapa lembaga, diantaranya  Baitul Mal Hidayah, Sahabat Al-Aqsa dan lainnya.

Syaikh Al-Mu’tashim Billah, Imam Besar Palestina dalam penyampaiannya menginformasikan beberapa hal tentang keadaan terkini dari  Palestina dan masjid Al-Aqsa, 

Syaikh mengajak dan memotivasi untuk dapat membantu dan membebaskan Palestina dari Jajahan  Zionis Israel. Salah satunya dengan tarbiyah dan beramal untuk dapat membebaskan Al-Aqsa, memberikan kepedulian dan juga menginsformasikan berbagai hal tentang Dunia Islam.

Syaikh juga menyampaikan bahwa keadaan di Palestina begitu memprihatinkan, di Gaza sendiri telah terblokade selama 11 tahun lamanya, Keadaan di sana serba membutuhkan dan kekurangan baik dalam hal makanan dan obat-obatan, bahkan tidak ada yang tersisa bagi mereka melainkan udara yang dapat mereka hirup.

Sementara itu Ustadz Mursalin Basyah menyampaikan nasihat tentang peran penting shalat sebagai kekuatan kaum muslimin, basis utama kaum muslimin untuk dapat membantu dan membebaskan Palestina. Beliau mengatakan,

“Kalau umat belum bisa  menjaga shalat, kalau umat belum bisa menjaga shalat berjama’ah, ke ujung dunia kita cari cara dan ke ujung dunia kita cari solusinya tidak akan dapat, karena solusi telah diberikan oleh Allah yaitu melalui shalat dan Shalat Berjama’ah, dan teori ini telah dipraktekkan oleh shalahuddin Al-Ayyubi”, Pungkasnya dalam kajian.

Muawin, penerjemah bahasa menjelaskan, ada sekitar 18 orang imam yang langsung di datangkan dari Palestina dan  juga di luarnya.

“Alhamdulillah tahun ini dapat mendatangkan sekitar 18 orang imam dari orang-orang asli palestina meskipun ada yang tinggal di luar Palestina”, ujarnya ketika diwawancara.

Tujuan didatangkan Syaikh ke Aceh dan menjadi pemateri di Program Dialog Dakwah Pemko Banda Aceh untuk memperkuat ukhuwah terhadap bangsa, aksi solidaritas serta menggalang dana untuk rakyat Palestina.

“Tujuan tidak lain yang pertama untuk menjalin ukhuwah Islamiyah, kedua untuk mempeerat antar negara dan kebangsaan, mungkin lebih kebangsanya kalau secara negara mungkin kita agak kurang bisa,  ketiga menggalang dana atau Solidaritas tadi, karena dari agenda yayasan sahabat Al-Aqsa sendiri menyalurkan bantuan-bantuan itu sendiri”,ujarnya Kembali [Rizki Ananda]/Rzk