Ade Ie Leubeu, Jajanan Ramadhan Khas Kota Kembang Tanjung

Share:

Foto:wasatha.com/Rahmalia

DI bulan ramadhan ini banyak jenis jajanan yang dijual di pasaran. Salah satunyan Ade Ieleubeu, begitulah sebutannya.

Jajanan ini merupakan salah satu jajanan pasar yang belum ramai diketahui masyarakat, terutama dikalangan anak muda pada saat ini. Jajanan khas Pidie ini tergolong sebagai jajanan khas yang hanya bisa anda dapatkan di daerah tersebut, tepatnya di Kembang Tanjung.

Salah satu hal yang paling manarik adalah rasa dan warnanya yang berbeda dari “ade” yang dikenal orang biasanya. Disamping bentuknya yang kecil ini, rasa yang begitu manis menutupi ukurannya yang hanya sebesar jari telunjuk. Cara mayarakat dalam menikmati jajanan ini biasanya dibarengi dengan pulut panggang (payeh teutot). Setidaknya rasa manis yang berlebihan itu akan sedikit berkurang jika dibarengi dengan pulut panggang.   

Lebih uniknya lagi, di bulan Ramadhan jajanan khas ini menjadi primadonanya Kembang Tanjung baik di pasaran maupun peminatnya sendiri. Mengapa tidak ? Produsen yang dari kalangan ibu-ibu ini rela harus bangun awal dari pukul 03.00 pagi hingga pukul 12.00 siang WIB hanya untuk membuat jajanan khas tersebut.

Tak hanya itu, jajanan yang terbuat dari tepung beras tersebut juga sangat banyak peminatnya di bulan Ramadhan, baik dari masyarakat lokal hingga dari luar kota yang sengaja datang ke Kembang Tanjung hanya untuk mendapatkan jajanan tersebut. Peminat yang banyak inilah yang membuat produsen ade ini semakin menggencarkan usahanya itu di bulan Ramadhan.

Salah satu produsen mengungkapkan bahwa bulan ini (bulan Ramadhan) merupakan bulan yang berkah, bulan ini juga adalah bulan yang berkah bagi para pembuat ade Ieleubeu ini. Karena mereka akan mendapatkan segudang pesanan dipasaran untuk jajanan khas ini.

“Bulan ini bulan berkah, berkah juga bagi kami pembuat ade, karena kami akan mendapatkan banyak pesanan untuk jajanan ini, sehingga kami tidak hanya harus berpangku tangan kepada suami akan kebutuhan lebaran yang begitu banyak untuk anak-anak, kami dapat meringankan beban itu dengan kami membuat usaha ini ” ungkap Ibu Safrina seraya tersenyum sumringah.

Pembuatan dari ade ini juga tidak mudah, butuh kesabaran ekstra untuk membuat jajanan lokal ini. Para pembuat jajanan ini harus bermain-main dengan asap tebal setiap harinya, dikarenakan pembuatan jajanan ini dimasak dengan bara dari sabut kelapa. Belum lagi jika tidak mampu mengatur timing yang pas maka si kecil legit itu akan hangus dibawah bara sabut kelapa tersebut. Dan bukan hanya ada satu tungku yang digunakan, dengan ukuran dari ade Ieleubeu yang kecil ini, tunggu yang digunakan jga harus lebih dari satu.

Bagi para produsen yang sudah mahir dapat menggunakan 7 tungku ade sekaligus, namun bagi para produsen yang masih biasa saja, 5 tungku sudah cukup bagi mereka, dikarenakan gerak mereka yang masih lambat.

Peralatan yang digunakan juga masih tradisional. Jajanan ini dimasak enggan menggunakan kuali/wajan yang terbuat dari tanah. Dan alat yang digunakan untuk membantu mengganti setiap kuali dan bara dari tungku ke tungku juga  masih menggunakan 2 bilahan bambu. Nah, bagi pemula, ini merupakan kesulitan tahap berikutnya setelah harus meracik cairan untuk membuat ade terasa enak. Mereka juga harus melatih keseimbangan tangan. Jika tidak, maka tidak dapat dihindari kuali/wajan yang berukuran kecil itu juga akan pecah atau retak.

Dan perlu anda ketahui bahwa walaupun ukuran kuali/wajan ini kecil, dalam prakteknya sangatlah susah untuk diangkat-angkat. Disebabkan oleh materinya yang terbuat dari tanah liat, membuat siapa saja akan kewalahan untuk hati-hati dalam menyeimbangkannya, apalagi ketika harus dihadapkan dengan 2 bilah bambu.

Namun, bagi siapa saja yang ingin mencoba, sekarang dapat lebih mudah digunakan dengan menggunakan kuali/wajan yang terbuat dari aluminium. Disamping materinya yang tidak seberapa berat, kuali/wajan ini tidak cepat pecah seperti wajan dari tanah liat.

Dari sekian banyak jajanan khas Aceh yang dijajakan di pasar Ramadhan, jajanan ini merupakan jajanan yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Aceh. Terutama masyarakat di luar dari kota Pidie, mereka lebih mengenal “ade Meureudu” atau bingkang sebagai jajanan khas dari kota Pidie Jaya yang merupakan pecahan dari kota Pidie, sedangkan ade Ieleubeu sebagai jajanan khas dari Pidie sendiri belum banyak diketahui orang.

Namun tidak perlu khawatir bagi para pecinta jajanan lokal yang memang ingin mencicipi ade Ieleubeu ini. Jika anda tidak memiliki kesempatan untuk datang ketika bulan puasa ke Kembang Tanjung, anda dapat mengunjungi daerah ini ketika hari biasa. Namun suasananya akan berbeda jika anda datang di hari biasa. Kemegahan kuliner pasar Kembang Tanjung ini akan semakin terasa jika dikunjungi di bulan Ramadhan. [Rahmalia Ulzana]/Tek

Baca Juga:

Apa Saja Aktivitas Jelang Lailatul Qadar?