Pilihlah Pintu Surgamu Wahai Muslimah

Share:

Foto : Google

BETAPA mulia wanita dalam Islam, semua ranah kehidupannya teratur rapi dalam lembaran syariah Allah dan Nabi-Nya. Banyak sekali hadis-hadis tentang janji Allah Ta’ala melalui lisan Nabi-Nya untuk seorang muslimah yang berusaha menjalani dan mengisi hari-hari kehidupannya di dunia fana ini dengan menjalani ketaatan kepada Rabb dan suaminya. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan seorang muslimah kelak dipersilahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla untuk memilih dari pintu mana saja ia ingin masuk Surga, subhanallah.

Pertanyaannya saudariku, apakah satu dari sekian banyak wanita muslimah itu adalah Anda yang kelak akan Allah Ta’ala izinkan untuk memilih salah satu pintu Surga mana saja yang akan kau masuki? Jika Anda ingin demikian (masuk dari pintu Surga mana saja yang dipilih), maka perhatikanlah nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut, lalu bertekatlah untuk mengamalkannya dengan penuh keikhlasan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih).

Berikut penjelasan singkat tentang hadis di atas.

Pertama, Menjaga Salat Lima Waktu
Inilah kriteria pertama wanita yang kelak bisa masuk Surga dari pintu manapun. Setelah ia beriman kepada Allah, lalu ia menjaga salat lima waktu. Artinya ia selalu mengerjakan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Subuh. Tidak pernah meninggalkan salat-salat tersebut kecuali di saat-saat diharamkan salat, seperti saat haidh dan nifas. Ia tidak malas mengerjakannya, juga tidak menunda-nunda waktu untuk mengerjakannya.

Shalat adalah hal terpenting dalam kehidupan seorang Muslim termasuk muslimah. Salat adalah  barometer amal-amal lainnya.
“Amal yang akan dihisab pertama kali dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, baik pula seluruh amalnya. Jika buruk shalatnya, buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi).

Jadi, jaga shalat dengan mengerjakannya sebaik mungkin dan usahakan agar senantiasa tepat waktu.

Kedua, Berpuasa di Bulan Ramadhan
Inilah kriterria kedua wanita bisa masuk Surga dari pintu manapun adalah puasa Ramadhan. Ia berpuasa atas landasan ilmu, bukan asal-asalan. Ia berpuasa penuh di bulan yang mulia itu, kecuali pada hari-hari ia berhalangan dan diharamkan berpuasa. Maka saat ia terhalang haid, ia menggantinya di bulan lain selain Ramadhan. Saat ia udzur karena sakit, ia menggantinya di hari lain. Sedangkan saat ia telah tua dan tidak mampu berpuasa, ia pun membayar fidyah sebagai gantinya.

Sesungguhnya, Surga disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabbnya.” (Qs. Al Qalam : 34)

Sedangkan puasa Ramadhan, tujuannya adalah membentuk insan yang bertakwa.

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi bertaqwa.” (Qs. Al Baqarah : 183)

Ketiga, Menjauhi Zina
Kriteria ketiga wanita bisa masuk Surga dari pintu manapun adalah menjaga kemaluannya dari zina. Artinya, bukah hanya ia tidak berzina, tetapi ia juga menjauhi zina sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah.

“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (Qs.Al Isra’ : 32)

Wanita yang ingin masuk Surga dari pintu manapun, ia tidak pernah berzina, ia tidak pernah selingkuh, ia menjaga tata pergaulannya sesuai aturan Islam, hingga terjagalah dirinya dari khalwat-ikhtilat dan hal-hal lain yang mendekati dan dapat mengantarkan menuju zina. Kehormatannya hanya ia persembahkan untuk suaminya. Ia benar-benar menjaga pandangannya dari lelaki yang bukan mahromnya.

Keempat, Taat kepada Suami
Kriteria keempat wanita bisa masuk Surga dari pintu manapun adalah, ia mentaati suaminya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat. Bagi seorang muslimah, setelah ia menikah, maka orang pertama yang berhak ia taati adalah suaminya. Bahkan melebihi ketaatan kepada orangtua. Khususnya ketika suaminya sejalan dengan aturan syariat Allah Ta’ala.

Tentu saja untuk mengamalkan keempat kriteria di atas bagi seorang muslimah tidak semudah memutar jarum jam. Ada niat yang kuat untuk menata pikiran, lisan, hati dan prilaku disana. Ada semangat yang membara untuk terus menambah pengetahuan tentang syariat Allah dan Nabi-Nya. Ada usaha maksimal dan kesadaran mendalam serta penghayatan yang lurus tentang apa tujuan hidup di dunia ini sebenarnya.


Semoga Allah Ta’ala memudahkan setiap wanita Islam untuk masuk ke Surga-Nya kelak dari pintu mana saja yang ia senangi, wallahua’lam.