UIN Kendari Jadikan Kacang Mete Sebagai Karya Inovasi

Share:
(Foto: Ermit Salisda)

LOMBA karya inovasi pada Pionir VIII berlangsung di Aula Fakultas Sains dan Teknologi, Jum'at  (28/04/2017). Pada cabang tersebut ada lima karya inovasi yang ditampilkan mewakili perguruan tinggi masing-masing.

Salah satunya dari UIN Kendari Sulawesi Tenggara. Kontingen ini menampilkan  inovasi dalam bentuk minuman botol Orimet yang terbuat dari sari kacang mete. 

Koordinator tim tersebut, Zakiah Bunayyah Dzarozak mengatakan, yang menjadi latar belakang mengangkat minuman ini disebabkan oleh kesenjangan pendapatan antara petani dengan reseler ataupun pihak ketiga.

"Petani kami belum tahu dan tidak mendapat edukasi mengenai pengelolaan kacang mete," kata Zakiah saat ditemui Wasatha.com.

Zakiah berujar, kebanyakan dari mereka hanya menjual gelondangan kepada pengepul seharga Rp17.000-20.00 per kilogram dan pengepul menjual ke reseler seharga Rp 70.000-90.000 per kilogram setelah di kupas. Kemudian reseler menjual ke konsumen seharga 140.000-200.000 per kilogram. Hal ini menurutnya sangat merugikan petani.

"Karena ada kesenjangan tersebut,  muncul ide kami mengelola minuman sehat dari kacang mete. Ini untuk pertama kalinya, sekaligus bagian dari meningkatkan  perekonomian masyarakat khususnya kalangan para petani," ujar Zakiah.

Ia mengungkapkan, vitamin C yang terkandung dalam 240 ml oramet lebih tinggi dibandingkan 100 gram jeruk. Harganya Oramet 240 ml sebesar Rp 18.000. Namun karya inovasi ini masih dalam proses pengurusan izin hak peten agar dapat dipasarkan ke seluruh Indonesia.[Ermit Salisda]/Ron