Hafal Al-Qur'an Tidak Mesti Pengaruh Keturunan

Share:

MENGHAFAL Al-Quran tidak mesti berasal dari keturunan yang menghafal Al-Quran. Hal ini disampaikan Asmul Wakil, Hafizh 30 juz perwakilan IAIN Jember cabang Musbaqah Hafizh Qur'an (MHQ) tingkat 10 juz  Pionir VIII.

"Hafal Al-Quran itu tidak harus dari keturunan yang hafal Quran juga, melainkan motivasi dari diri sendiri membuat kitaa semangat dalam menghafal-Nya," kata Asmul saat ditemui, Jumat (28/4/2017).


Dengan menghafal Al-Quran, lelaki kelahiran Pontianak ini mendapat pendidikan gratis, berangkat umrah sebanyak tiga kali dan juga mendapatkan juara tiga MHQ 10 Juz Pionir VII di Palu. Selain itu dia juga memenangi lomba hafal Quran 30 Juz di Tulungagung yang diikuti oleh peserta se-Jawa.

Ia mulai menghafal Al-Quran ketika duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan melanjutkan ke pondok pesantren. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI dia telah menyelesaikan hafalannya 30 juz.

Ia telah mempersiapan diri untuk mengikuti Pionir VIII ini sejak 4 bulan lalu. Menurutnya, persiapan yang dilakukan masih kurang matang karena sebelumnya dia diutuskan untuk mengikuti cabang lomba 5 Juz bukan 10 Juz.

“Sebenarnya saya ikut lima juz bukan 10 juz. Tapi karena teman saya belum siap, ya sudahlah,” ujarnya.

"Lomba tahfizd ini tidak bisa ditebak pemenangnya. Yang terpenting adalah pikiran tenang, maka menjalankannya pun akan mudah," ujar Asmul.[Putri Indah Riami/Nurya Tazkiyah Putri]/Ron