Iklan

Iklan

Santri Al Zahrah Ukir Prestasi di AKSIOMA Bireuen 2026

9/29/26, 07:03 WIB Last Updated 2026-09-29T00:03:54Z

Santri Pesantren Modern Al Zahrah menorehkan juara AKSIOMA. (Foto: Ist).

Bireuen - Tiga santri Pesantren Modern Al Zahrah menorehkan juara dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) Tingkat Aliyah se-Kabupaten Bireuen di MAN 2 Bireuen, Senin (28/9/2026). 


Humairah, santri kelas 5B itu meraih Juara 1 cabang Pidato Bahasa Arab.


Putri kelahiran Bireuen, 3 Mei 2010 ini harus bersaing dengan sekitar 14 peserta terbaik dari madrasah se-Kabupaten Bireuen. Menariknya, seumur hidupnya ia baru dua kali mengikuti lomba pidato bahasa Arab. Pertama, Juara 2 pada lomba MTQ di Dayah Darussa'adah tahun 2026. Kedua, di AKSIOMA Kemenag Bireuen inilah ia meraih Juara 1.


"Awalnya kurang yakin bakal dapat juara, ternyata juara 1. Saya terharu, sangat bersyukur atas prestasi ini," ungkap Humairah. 


Atas prestasi ini, Humairah dipastikan melaju ke tingkat Provinsi untuk bersaing dengan peserta se-Aceh. Ia pun optimis akan menyiapkan latihan yang lebih intensif dan bersungguh-sungguh.


Kejutan kedua datang dari cabang Kaligrafi Kontemporer Putra. Amryandani, santri kelas 3 Intensif KMI kelahiran Takengon, 16 Februari 2010, meraih Juara 2.


Putra dari Bapak Sufyan dan Ibu Sumiati ini tampil selama 5 jam penuh bersama 8 peserta lainnya dan meraih skor 88. Padahal, ini adalah kali pertama ia mengikuti cabang kontemporer.


Amryandani mengaku dulu hanya pernah belajar khat naskhi selama 3 bulan saat kelas 1 SMP di Takengon. Untuk jenis kontemporer, ia baru belajar empat hari bersama gurunya, Ustaz Syauqi di Pesantren Modern Al Zahrah tempatnya menimba ilmu sekarang.


"Awalnya saya enggak nyangka dapat juara, padahal baru pertama kali ikut cabang ini," kata santri peraih medali perak Azzanjabil Championship of Tapak Suci (ACTS) 2026 itu.


Ia berharap prestasinya menjadi pemantik.


"Karena kaligrafi kontemporer jarang diminati dan tergolong sulit. Saya ingin lebih banyak lagi santri Al Zahrah yang menekuni bidang kaligrafi," ujarnya.


Prestasi di cabang yang sama kategori putri juga diraih Fira Faradisa. Santri kelas 4B KMI kelahiran Bireuen, 4 Oktober 2011, putri pertama dari pasangan Muhammad Yusri dan Nisrawati dari 3 bersaudara ini, meraih Juara 2 Kaligrafi Kontemporer Putri.


Fira berhasil menyisihkan sekitar 10 peserta lain. Sama seperti Amryandani, ini juga pengalaman pertamanya. Persiapannya hanya lima kali latihan sejak masuk kelas ekstrakurikuler.


"Awalnya saya hampir tidak percaya, soalnya baru pertama ikut," tuturnya dengan bahagia dan sedikit kaget.


Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, M. Fadhil Rahmi, menyampaikan selamat dan pesan agar tidak berpuas diri.


"Jangan merasa puas dengan apa yang telah diraih selama ini, teruslah berlatih dan mengembangkan diri menjadi lebih baik," pesannya. [] 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Santri Al Zahrah Ukir Prestasi di AKSIOMA Bireuen 2026

Terkini

Topik Populer

Iklan