![]() |
| FDK UIN Ar-Raniry menyelenggarakan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Gelombang II Tahun 2026, di Convention Hall Hotel Diana, sejak Selasa - Minggu (29/09-04/10/2026). (Foto: Ist). |
Banda Aceh - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Haji dan Umrah RI serta Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh membuka Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Gelombang II Tahun 2026, di Convention Hall Hotel Diana, sejak Selasa - Minggu (29/09-04/10/2026).
Mewakili Rektor UIN Ar-Raniry, Dekan FDK, Jasafat, menyampaikan pentingnya kesamaan visi dalam melayani umat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki landasan legalitas yang kuat berdasarkan SK Kementerian R.I. Nomor 19 Tahun 2025 dan Surat Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umrah Nomor S12/IBN: 2026.
"Sertifikasi ini adalah proses yang sangat mulia. Kesahihan dan kesempurnaan ibadah para jemaah sangat bergantung pada bimbingan para pembimbing haji dan umrah di lapangan. Jika pelayanan ini didasari atas niat ibadah dan mengharap ridha Allah, insyaAllah keberkahan lainnya akan mengikuti," ujar Jasafat dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan pesan Rektor agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas sebagai syarat kelulusan yang akan diterbitkan sertifikatnya. Diharapkan lulusan sertifikasi ini dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas bimbingan dan layanan haji dan umrah.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, menekankan bahwa pelatihan ini krusial untuk menyamakan persepsi antarpembimbing. Mengingat jemaah berasal dari latar belakang yang beragam di seluruh kabupaten/kota, pembimbing dituntut hadir sebagai fasilitator yang mengayomi.
"Ibadah haji dan umrah berlangsung secara berkesinambungan dari tahun ke tahun. Kesamaan persepsi di antara pembimbing akan membuka nuansa baru dalam memberikan kemudahan dan bimbingan manasik yang tepat bagi jemaah di lapangan," jelasnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Abizal Muhammad Yati, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta laki-laki dan perempuan dari berbagai kabupaten/kota di Aceh yang beragam latar belakang baik muthawif, pimpinan Travel, KBIHU, akademis dan praktisi.
"Pembimbing tidak hanya bertugas mendampingi secara teknis, tetapi juga menjadi pilar utama untuk memastikan jemaah dapat menjalankan setiap rukun dan wajib ibadah secara mandiri, tertib, dan sesuai tuntunan syariat," pungkas Abizal.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan FDK UIN Ar-Raniry, jajaran pimpinan kementerian haji dan umrah Provinsi Aceh, Ketua Prodi dan Dosen Manajemen Haji dan Umrah (MHU), para akademisi, mahasiswa, serta seluruh peserta sertifikasi. [ ]
