Iklan

Iklan

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sabet Juara Desain Halte Trans Koetaradja

9/30/26, 18:08 WIB Last Updated 2026-09-30T11:08:12Z

M. Arif Hidayatullah, Mahasiswa UIN Ar-Raniry, raih Juara II Desain Halte Trans Koetaradja. (Foto: Ist). 

Banda Aceh - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, M. Arif Hidayatullah, meraih Juara II dalam ajang Sayembara Desain Halte Trans Koetaradja yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Aceh.


Kompetisi perancangan fasilitas publik ini berlangsung secara daring pada 12 hingga 26 September 2026. Para peserta ditantang untuk menghadirkan gagasan desain halte yang mengintegrasikan aspek fungsi, keamanan, kenyamanan, inklusivitas, wawasan lingkungan, serta merefleksikan identitas dan karakter budaya Aceh. Pengumuman resmi pemenang disampaikan melalui kanal media sosial Dinas Perhubungan Aceh pada 30 September 2026.


Atas keberhasilan tersebut, M. Arif Hidayatullah berhak menerima piagam penghargaan serta hadiah pembinaan sebesar Rp2.000.000.


Usung Konsep “Reimagining Trans Kutara”


Dalam karya rancangannya, M. Arif mengangkat konsep bertajuk “Reimagining Trans Kutara”. Konsep ini digagas untuk menghadirkan wajah baru halte transportasi publik yang tampil lebih modern, representatif, dan memiliki karakter visual yang kuat melalui bentuk kanopi dinamis.


Proses perancangan dijabarkan secara komprehensif melalui tahapan transformasi bentuk, mulai dari elemen dasar hingga menjadi wujud arsitektur halte yang utuh.


Seluruh kelengkapan karya disajikan secara detail, meliputi denah, tampak, potongan arsitektur, gambar kerja, hingga visualisasi perspektif 3D sesuai dengan ketentuan teknis sayembara.


Selain berfokus pada nilai estetika, rancangan halte ini dirancang dengan memperhatikan berbagai standar kenyamanan publik. Visual karya memperlihatkan pemanfaatan material bernuansa kayu, integrasi elemen vegetasi tropis, jalur pedestrian yang ramah, ramp aksesibilitas, ruang tunggu yang representatif, hingga penataan sistem informasi halte yang tertib.


Pendekatan tersebut dihadirkan untuk memastikan fasilitas transportasi publik tidak hanya berfungsi secara optimal, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan visual dengan konteks kebudayaan lokal Aceh melalui pemilihan bentuk serta material yang selaras dengan lingkungan sekitar. [] 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sabet Juara Desain Halte Trans Koetaradja

Terkini

Topik Populer

Iklan