Jakarta - Saat menampilkan tarian Aceh pada Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka XII 2026 di Buperta Cibubur, Kontingen Pramuka Aceh Barat mendapatkan pemadam listrik panggung. Insiden tersebut terjadi dua menit sebelum penampilan berakhir.
Ketua Harian Pramuka Kwarcab Aceh Barat, Zulkifli Andi Govi, meminta panitia memberikan kesempatan tampil ulang bagi kontingen Aceh Barat pada jadwal berikutnya di panggung utama Jamnas. Menurutnya tindakan panitia tidak kooperatif, serta dapat monodai nilai budaya daerah yang ditampilkan.
"Perform budaya di sini bukan lomba dengan aturan yang kaku. Budaya Aceh tampil istimewa meriahkan malam Jamnas malah dizalimi," ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Zulkifli turut menyampaikan bahwa pihak panitia panggung juga mengancam akan menempuh jalur pidana menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) terhadap kontingen Aceh Barat yang merekam proses klarifikasi dan menyampaikan protes setelah penampilan selesai.
"Panitia seharusnya melindungi peserta, tapi malah mengancam pidanakan kami dengan UU ITE saat merekam klarifikasi mereka dan dialog tampil ulang pada jadwal berbeda. Kita menuntut permintaan maaf dari panitia panggung," kata pria yang akrab disapa Dek Jol.
Sebelumnya diketahui, Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, hingga Kapolres Aceh Barat turut hadir dalam Jamnas Pramuka XII 2026 yang berlangsung di Buperta Cibubur.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 20.000 Pramuka dari seluruh Indonesia serta sejumlah negara sahabat, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Taiwan, Mauritius, Sri Lanka, dan Timor Leste. []