Banda Aceh – Aktivitas di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (21/4/2026), mulai ramai sejak sore hingga malam dalam rangkaian Banda Aceh Experience 2026. Selain area Usaha Mikro, Kecil, Menengah UMKM yang dipadati pengunjung, panggung musik atau mini stage menjadi salah satu titik yang perlahan dipenuhi penonton menjelang malam hari.
Pengunjung masih terlihat berkeliling di area UMKM untuk membeli berbagai produk yang ditawarkan. Namun, seiring waktu, sebagian mulai bergerak menuju area panggung untuk menunggu hiburan musik. Perpindahan ini semakin terlihat saat sore beranjak malam, ketika area panggung mulai dipadati penonton yang datang secara bertahap, baik untuk mendapatkan posisi lebih dekat maupun sekadar menikmati suasana.
Memasuki malam hari, suasana di sekitar mini stage berubah semakin ramai. Di bagian depan panggung, penonton tampak memadati area hingga terasa cukup padat. Sebagian duduk di atas tikar yang telah disediakan, sementara lainnya memilih berdiri, terutama di bagian belakang agar tetap bisa melihat ke arah panggung.
Kondisi tersebut membuat area depan panggung terasa lebih penuh, dengan penonton yang berdiri saling merapat untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas. Meski demikian, suasana tetap terjaga dan tidak menimbulkan dorongan berlebihan.
Rangkaian hiburan di mini stage dimulai setelah isya menghadirkan beragam penampilan dari komunitas dan musisi lokal. Mulai dari stand-up comedy oleh Stand Up Indo Banda Aceh, penampilan bernuansa tradisional dari Aidil Faraby bersama Zikrayat Gambus, hingga penampilan band dan musisi lokal seperti Purnama and The Rolled Pumpkins, Fais Afandi bersama Fahmil Arabi, serta Orang Hutan Squad.
Selama penampilan berlangsung, suasana di depan panggung tampak hidup. Penonton beberapa kali terlihat ikut bernyanyi bersama mengikuti lagu yang dibawakan, menciptakan suasana yang ramai namun tetap teratur.
Di tengah keramaian, kondisi udara terasa cukup panas dan gerah, terlebih dengan banyaknya penonton yang berkumpul dalam satu area. Sebagian pengunjung terlihat tetap bertahan di tempat, sambil menikmati makanan yang dibeli dari area UMKM.
Penonton yang hadir pun beragam, mulai dari remaja hingga keluarga yang datang bersama anak-anak. Beberapa terlihat mengabadikan momen dengan ponsel, baik untuk merekam penampilan maupun berfoto bersama di sekitar area panggung.
Salah satu pengunjung, Naiva, mengaku datang sejak sore untuk menikmati suasana sekaligus menunggu penampilan musisi favoritnya.
“Aku datang dari sore, sekalian keliling UMKM. Habis itu nunggu Bang Fais Afandi tampil,” ujarnya.
Ia mengaku menyukai salah satu lagu milik Fais Afandi berjudul Arungi, yang menurutnya mudah diingat dan sering ia dengarkan.
“Aku paling suka lagu Arungi. Lagunya enak didengar, jadi selalu keingat. Apalagi kalau ada acara, dia sering diundang, jadi makin nempel,” tambahnya.
Sementara itu, pengunjung lainnya, Raisa, menilai kehadiran musisi lokal dalam event seperti ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk lebih dikenal oleh masyarakat.
“Menurut aku, musisi lokal itu harus didukung. Lewat event kayak Banda Aceh Experience ini, mereka jadi lebih terlihat dan dikenal banyak orang,” katanya.
Dengan suasana yang terus berlangsung hingga malam, mini stage dalam Banda Aceh Experience 2026 tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga ruang bagi musisi lokal untuk menampilkan karya mereka di hadapan publik. [Rifdah Nurantanzila]
