Pengunjung terlihat terus berdatangan sejak sore hari.
Sebagian berjalan menyusuri setiap stan, memperhatikan menu dan produk yang
ditawarkan, sementara lainnya langsung mengantre di lapak yang sudah lebih dulu
ramai.
Suasana di lokasi tidak sepenuhnya padat, namun di
titik-titik tertentu terlihat antrean yang cukup panjang, terutama di lapak
makanan dan minuman. Aktivitas jual beli berlangsung cepat, dengan penjual yang
terlihat sibuk melayani pembeli secara bergantian.
Beberapa pengunjung memilih membeli makanan lebih awal untuk
menghindari keramaian yang diperkirakan meningkat pada malam hari. Tidak
sedikit yang terlihat membawa makanan sambil berjalan menuju area panggung
untuk bersiap menikmati hiburan.
Di sisi lain, sejumlah penjual UMKM tampak terus menyiapkan
stok di balik meja jualan. Proses memasak dan penyajian dilakukan berulang,
menyesuaikan dengan jumlah pembeli yang terus datang.
Salah satu penjual, Febi mengaku keikutsertaannya dalam
kegiatan ini memberikan dampak yang cukup terasa bagi usahanya.
“Biasanya saya jualan di tempat sendiri saja, jadi yang tahu
itu-itu saja. Di sini jadi lebih banyak orang yang coba,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung
berpengaruh langsung terhadap penjualan yang ia peroleh selama kegiatan
berlangsung.
“Penjualan meningkat. Banyak yang penasaran, jadi sekalian
coba,” tambahnya sambil tersenyum.
Meski demikian, ia mengakui bahwa kondisi ramai juga
menuntut persiapan lebih dari biasanya.
“Lebih capek, karena harus siapin stok lebih banyak. Kalau
sudah ramai, harus cepat juga melayani pembeli,”ujar Febi.
Menurutnya, ritme penjualan di lokasi seperti ini berbeda
dengan hari biasa, karena pembeli datang hampir bersamaan dalam satu waktu.
Sementara itu, pengunjung lainnya, Ririn, mengaku sengaja
datang lebih awal untuk membeli makanan sebelum menikmati hiburan musik di
malam hari.
“Lebih enak beli dari awal, jadi nanti gak perlu bolak-balik
lagi pas sudah ramai,” ujarnya.
Ia menilai kondisi di area UMKM sudah mulai terasa ramai
sejak sore, dan kemungkinan akan semakin padat saat malam.
“Ini saja sudah mulai ramai. Nanti malam pasti lebih padat,”
katanya.
Ririn juga mengaku banyaknya pilihan makanan justru
membuatnya harus mempertimbangkan sebelum membeli.
“Banyak yang kelihatan enak, jadi agak bingung mau pilih
yang mana,” tambahnya.
Selain menjadi tempat berbelanja, area UMKM juga terlihat
menjadi titik singgah bagi pengunjung sebelum beralih ke kegiatan lain dalam
event. Beberapa pengunjung tampak duduk di sekitar area terbuka sambil
menikmati makanan, sementara lainnya terus bergerak mengikuti arus keramaian.
Dengan aktivitas yang terus berlangsung hingga malam hari,
area UMKM menjadi salah satu bagian yang paling aktif dalam Banda Aceh
Experience 2026, sekaligus memperlihatkan peran pelaku usaha lokal dalam
meramaikan kegiatan tersebut. [Rifdah Nurantazila]
.jpeg)