Mana Yang lebih Diyakini Peringatan Al-Quran atau Media ?

Share:

Oleh: Arief Hidayatullah

WASATHA.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan wabah virus corona saat ini merupakan tantangan terbesar dan krisis global terburuk sejak Perang Dunia II. Sekretaris Jenderal PBB Antono Guterres menyatakan kekhawatiranya bahwa wabah Coronavirus Disease (Covid-19) ini dapat memicu konflik di seluruh dunia. Guterres mengatakan skala krisis terebut disebabkan oleh penyakit yanag menjadi ancaman bagi semua orang di dunia. Juga dampak ekonomi yang membawa resesi, yang mungkin tidak ada tandinganya di masa lalu. “kombinasi dari kedua fakta dan resiko tersebut meningkatkan ketidakstabilan, kerusuhan, dan konflik, yangmembuat kami percaya bahwa ini merupakan krisis paling menantang yang dihadapi sejak perang dunia II ” Ujar Guterrs di kantornya, dalam peluncuran laporan PBB tentang potensi dampak sosio-ekonomi wabah covid-19 (Koran.Tempo.Co).

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan virus Corona atau Covid-19 sebagai pandemik menyusul ditemukannya 118.000 kasus Corona di lebih dari 110 negara dan berisiko semakin menyebar luas. “Corona bukan hanya krisis kesehatan saja, tetapi juga menyentuh setiap sektor. Jadi setiap sektor, setiap individu harus terlibat dalam perlawanan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesun, Kamis (12/03/2020). Menurut WHO, definisi pandemik adalah penyakit baru yang menyebar secara global (news.ddtc.co.id). Artinya WHO memberi alarm pada pemerintah semua negara dunia untuk meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah maupun menangani wabah.
Covid-19 menimbulkan berbagai komplikasi penyakit hingga kematian, sebagian kasus menimbulkan gejala dengan sifat ringan dan sedang. Namun, beberapa pasien mengalami komplikasi yang patut diwaspadai. Gangguan pada saluran pernapasan adalah komplikasi utama akibat Covid-19, seperti gagal pernapasan akut (acute respiratory failure), pneumonia (peradangan pada paru-paru), hingga acute respiratory distress syndrome (ARDS). Infeksi virus corona juga menimbulkan komplikasi dan masalah pada organ lain, seperti kerusakan hati, kerusakan jantung, gagal ginjal akut, hingga infeksi sekunder (infeksi susulan oleh mikroorganisme lain, seperti bakteri).
Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, virus corona SARS-CoV-2 bisa menular melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Skenario penularan lain juga bisa melalui kontak jabat tangan dengan individu positif corona. Orang yang sehat bisa tertular jika ia tak mencuci tangannya dengan bersih, setelah bersalaman. Ada pula kemungkinan penularan dengan menyentuh permukaan benda yang sudah dihinggapi virus corona. Selain itu hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin yang disepakati ilmuwan untuk mengatasi Covid-19.

Berbagai berita yang muncul di media inilah yang membuat seluruh umat manusia di muka bumi panik dan takut akan virus tersebut, tidak hanya karna virus  berbahaya, tapi juga karena seseorang yang menderita Covid-19 ini layaknya zombie yang dapat menularkan virus dengan sangat cepat, sehingga tak ada satu pun orang yang berani mendekat, bahkan sanak saudaranya sendiri. Tidak hanya itu seseroang yang meninggal karna wabah ini harus dimakamkan jauh dari pemukiman warga, dan tidak dapat dikunjungi keluraga saat proses pemandian maupun pemakaman jenazah tersebut.
Bicara soal pemberitaan media mengenai Covid-19, lalu baigamana dengan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam yang memberitakan pedihnya siksa neraka? Namun faktanya tidak sedikit manusia yang cuek dan mengabaikanya, padahal hal ini benar adanya.

Berikut ini disuguhkan tentang gambaran neraka dalam Al-Qur’an. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Hajj ayat 19 yang artinya: “Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.” (QS. Al-Hajj: 19)
Kemudian Allah melanjutkan, “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).” (QS. Al-Hajj: 20) betapa dahsyatnya panas air tersebut.

 Saat disiramkan di atas kepala, maka air tersebut akan menghancurkan isi perut; daging, lemak, dan ususnya. Yakni isi perutnya meleleh karena panasnya air neraka yang mendidih tersebut. Sehinggapun kulit mereka juga meleleh.
Selanjutnya Allah berfirman,“Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.” (QS. Al-Hajj: 21) Maqami’ itu semacam palu atau martil dari besi yang dipukulkan ke kepala mereka. Maka ketika mereka hendak keluar dari neraka, dipukulkan martil-martil tersebut di atas kepala mereka supaya siksa tidak terputus dari mereka. “Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): "Rasailah adzab yang membakar ini".” (QS. Al-Hajj: 22). Tidak cukup hanya disiramkan ke atas kepala mereka, namun al-hamim (air neraka yang sedang mendidih dan sangat panas) tersebut diminumkan kepada mereka sehingga usus-usus mereka terpotong-potong, tercabik-cabik dan hancur berantakan.

Wahai saudaraku seiman, kita harus senantisa mengingat akan neraka, berlindung kepada Allah 'Azza wa Jalla dari siksa neraka yang luar biasa. Di dalamnya tidak ada kematian, sebagaimana Allah kisahkan tentang permintaan penghuni neraka kepada Malaikat Malik sang penjaga neraka,“Mereka berseru: "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja".” (QS. Al-zukhruf: 77) Maka Malikat Malik menjawab, "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini). Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.” (QS. Al-Zukhruf: 77-78)

Sesungguhnya siksa neraka jahannam tidak bisa dibayangkan. Kedahsyatannya melebihi dari setiap gambaran manusia tentang berat dan dahsyatnya siksa, “Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya,” (QS. Al-Fajr: 25). Tidak seorang pun yan menyiksa bisa menyamai siksa Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Naudzubillah Min Dzalik  "Kami berlindung kepada Allah dari perkara itu." Maka bagi setiap mukmin agar merenungi ayat-ayat tersebut dan sering membaca keterangan-keterangan tentang neraka, agar hati ini takut dan khawatir terhadapnya. Sehingga kita akan bertakwa kepada Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Semoga kita dijauhkan dari siksa Neraka dan wabah Covid-19 ini tidak melebihi ketakutan kita kepada sang Maha Pencipta, serta menjadikan manusia sadar, bahwa kita hanya bagian kecil yang dicptakan dari tanah dan akan kembali ketanah, sehingga tidak lagi berskikap langit. Tidak menjadikan dunia yang fana ini sebagai tujuan hidup, tetapi menjadikan dunia untuk mengumpulkan bekal dan mempersiapkan diri untuk menghadap sang Ilahi. Aamiin Ya Rabbal Alamin. [ Seluruh Isi Opini Merupakan Tanggung Jawab Penulis]

No comments