Intelijen Israel Borong Masker dari Berbagai Negara, Ada Apa?

Share:
Mereka mengaku telah membeli peralatan medis tersebut dari Arab dan negara-negara lain yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan entitas Israel.


WASATHA.COM, Tel Aviv - Sumber-sumber pemerintah Israel mengungkapkan pada Jumat (3/4), pihaknya telah menggunakan agen intelijen Israel, Mossad untuk mendapatkan respirator dan peralatan medis lainnya untuk mengatasi virus Corona (COVID-19), dari berbagai negara.

Shehab News Agency memberitakan, surat kabar Washington Post dalam sebuah laporannya mengungkapkan, Mossad telah berhasil memperoleh jutaan masker, kapas medis dan alat uji untuk mendeteksi virus dalam beberapa hari terakhir.

Surat kabar tersebut juga memaparkan, Mossad berhasil mengamankan 25 ribu masker N95, 10 juta masker medis dan lebih dari 20 ribu peralatan pengujian untuk mendeteksi virus.

Pejabat Mossad mengatakan kepada media lokal, mereka telah mengamankan peralatan medis sejak lama, tetapi mereka belum mengungkapkannya pada publik.

Mereka mengaku telah membeli peralatan medis tersebut dari Arab dan negara-negara lain yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan entitas Israel.

Agen badan-badan intelijen Israel lainnya juga telah mengkonfirmasi bahwa mereka secara aktif ikut berpartisipasi dengan Mossad dalam mencarian peralatan dan pasokan medis.

Seorang juru bicara untuk tentara pendudukan Israel, mengkonfirmasi bahwa tentara-tentara tersebut bekerja dengan Mossad dan agen-agen lain untuk mendapatkan peralatan medis dan sumber daya lainnya dari luar negeri, tetapi dia menolak untuk mengungkapkan sumber peralatan itu dan bagaimana cara mendapatkannya.

Sementara itu, seorang pejabat diplomatik mengatakan, Kementerian Luar Negeri Israel telah membeli pasokan medis dari Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia dan Eropa, sambil menghadapi hambatan birokrasi tradisional dalam hal pengiriman-pengiriman melalui udara.

Pusat Intelijen dan keamanan Israel, yang dikenal sebagai “Mossad” tersebut beroperasi langsung di bawah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Sementara itu pendudukan Israel mencatat lebih dari 6.500 kasus infeksi COVID-19 di wilayahnya, di mana lebih dari 100 diantaranya dirawat secara intensif. [minanews.net]

No comments