Imbas Covid-19, Harga Biji Kopi Tidak Stabil di Bener Meriah

Share:

Sumber Gambar: rri.co.id

WASATHA.COM, Bener Meriah - Virus Covid-19 yang sedang mewabah di dunia hingga Indonesia dan masuk ke-Aceh, membuat perekonomian semakin melemah.

Hal ini juga berdampak kepada sejumlah bahan pangan melambung tinggi termasuk harga biji kopi yang tidak stabil.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bener Meriah, Miharbi mengatakan pada saat ini belum musim panen raya dan ada masalah di lapangan dengan munculnya virus Covid-19 yang mengakibatkan harga kopi tidak stabil.

"Saat ini belum musim panen raya di daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah namun kopi sudah ada yang menghasilkan, dan ada satu masalah dengan adanya wabah virus covid-19 yang muncul saat ini dan harga kopi sedikit terganggu untuk saat ini,” katanya.

Lanjutnya, masyarakat diistirahatkan selama 14 hari, sehingga kopi yang dipanen oleh masyarakat berkurang, Kamis, (2/4)

"Untuk pembelinya mengalami masalah dan tehambat karena pusat eksporter terutama di Eropa, banyak pekerja yang dirumahkan karena virus tersebut dan semua digudangkan," katanya.

Miharbi juga mengatakan, jika masyarakat ingin pergi ke kebun juga tidak dilarang karena lebih bagus dan menjauhi kerumunan, menghirup udara yang segar.

Pemerintah juga bekerjasama dengan Koprasi dan telah memberi solusi untuk menampung kopi masyarakat di Gudang besar (Resi Gudang).

Namun untuk persoalan harganya akan ditahan untuk sementara waktu dan akan distabilkan jika semua sudah membaik.

"Resi gudang yang dimiliki oleh kementerian perdagangan diharapkan agar dapat difungsikan sesuai dengan fungsinya yaitu mengumpulkan kopi-kopi rakyat dan harga yang murah akan ditahan sementara, hingga harga kopi meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa permasalahan ini harus ada kerjasama dengan perbankkan yang mana resi gudang itu milik negara dan bisa bekerjasama dengan sejumlah bank yang ada di Indonesia. []

No comments