Komappsu Diskusi Terkait Covid-19 Di Kota Subulussalam

Share:
Foto: Komappsu
WASATHA.COM, SUBULUSSALAM-Selasa 24 Maret. Komunitas Mahasiswa Pelajar Peduli Kota Subulussalam (Komappsu) mengadakan kegiatan diskusi terkait wabah Virus Corona COVID-19 yang kini menghantui dan menjadi masalah besar bagi seluruh masyarakat Aceh.

Sebelum melaksanakan diskusi diruang terbuka lapangan campus STIT Hafas Kota Subulussalam, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dianjurkan untuk menggunakan HandSentilizer (bahan penyemrotan ke tangan), mengindahkan himbauan pemerintah daerah untuk melakukan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19.

Ketua Komappsu Safi'i Ozi Sareji dalam diskusi tersebut menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap kinerja pemerintah Kota Subulussalam yang telah terus berusaha untuk menghambat penyerangan Covid-19 masuk kedalam Kota Subulussalam.
Foto: Komappsu
Safi'i Ozi Sareji mengatakan "Pemerintahan Daerah kita (Kota Subulussalam) telah melakukan berbagai langkah dalam mencegah kedatangan Corona ke Kota Subulussalam, itu patut kita apresiasi dan kita indahkan."

Dan ia menyampaikan harapannya disela apresiasinya kepada pemerintah Kota Subulussalam, agar pemerintah menemukan cara lain untuk menghindari covid-19, selain dengan cara berdiam diri dalam rumah selama 14 hari dan menghindari keraimaian, karena masyarakat dan mahasiswa akan merasakan hambatan untuk melakukan aktivitas rutin dalam keseharian mereka.

"Namun ada kebijakan pusat yang menghimbau agar Masyarakat berdiam diri di rumah selama 14 hari, kemudian menghindari keramaian, hal inilah yang sulit untuk kita jalankan sebagai seorang mahasiswa yang notabenenya aktif di bidang sosial, dan untuk masyarakat menjadi hambatan bagi mereka yang biasa mencari rejeki ditempat keramaian. Kita berharap selain dari kebijakan itu ada solusi lain yang tidak mengharuskan masyarakat bagaikan terkarantina dirumah sendiri," ujarnya.

Tambahnya- "Dan sebagai mahasiswa pada umumnya dan terkhusus kader-kader Komappsu, saya berharap Juga berupaya ikut andil membantu pemerintahan dengan aktif di desa masing-masing dengan menganjurkan Masyarakat sekitar untuk menjalani pola hidup yang bersih dan sehat."

Safi'i sebutan akrabnya, menyampaikan harapan mereka dari diskusi tersebut kepada pemerintah Kota Subulussalam melalui Wasatha.com via chat whatsapp.

"Adapun harapan kami kepada pemerintahan Subulussalam, agar juga menyediakan tempat, alat pembersih tangan, di tempat umum atau tempat keramaian sehari-hari seperti pasar, terminal, lapangan bringin dan lain-lainnya, karena ditempat seperti itu adalah tempat masyarakat mengais rejeki," ujarnya.

Dia melanjutkan- "ekonomi masyarakat kota Subulussalam rata-rata dari hasil jualan dari warung/pedagang kaki Lima dan pasar harian Kota subulussalam, jadi susah bagi mereka untuk tetap mengais rejeki untuk menafkahi keluarga mereka," tutupnya. (*)

No comments