Iklan

Iklan

Kuta Kaphee, Simbol dan Sejarah Kehebatan Aceh di Alue Naga

Mabrur Muhammad
1/02/20, 00:22 WIB Last Updated 2020-01-01T17:26:27Z


Oleh: M Rizky Ramadhan

WASATHA.COM, BANDA ACEH - Tepat di sebelah utara tepian jalan menuju pantai Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh berdiri penanda bekas Benteng Belanda yang di dalam sejarahnya orang aceh menyebutnya dengan nama Benteng Kuta Kaphee atau memiliki arti Bentengnya si Kafir (Penjajah).

Dalam sejarah perang Aceh, seperti yang tertulis dalam buku The Dutch Colonial War In Aceh cetakan ke dua yang terbit tahun 1990. Pada 26 maret 1873 Belanda memproklamirkan perang terhadap Kesulthanan Aceh. Imbasnya, Belanda mengirimkan pasukannya untuk memerangi Aceh.

Kesulthanan Aceh yang di pimpin oleh Sulthan Alaidin Mahmud Syah memanggil wazil dan para menteri untuk menyampaikan pesannya yang berisikan bahwa Aceh tidak goyah dan menghadapi gertakan belanda dengan perang besar.

Terbukti, pada 5 April 1873 Belanda medaratkan pasukannya di pantai Ceuremen sekitar pelabuhan Ulee Lheue dengan membawa 5 kapal layar, 6 kapal pengangkut, 8 kapal ronda, 2 kapal perang laut dan 6 kapal uap. Namun belanda gagal karena kedatangan mereka di halau meriam kesulthanan Aceh.

Karena belanda sudah terlanjur mengeluarkan maklumat perang dan tak ingin kehilangan muka di mata dunia, pada 8 april 1873. Sebanyak 3.198 pasukan dan 168 perwira di turunkan kembali di pantai ceuremin, pasukan ini di pimpin oleh Jendral JHR kohler yang kemudian tewas di tembak di depan halaman Masjid Baiturrahman.

Semangat dan kegigihan pejuang Aceh membuat belanda tak mampu menembus pertahanan apalagi masuk kampung atau pusat-pusat pemerintahan, belanda hanya mampu menduduki bibir pantai. Karena merasa takut akan perlawanan pejuang Aceh, Belanda mendirikan benteng yang salah satunya bernama Kuta Kaphe.

Namun sangat disayangkan, begitu ramainya para pelintas dengan barbagai kegiatannya berkunjung ke pantai Alue naga khususnya anak muda sangat sedikit yang mengetahui tentang tembok bersejarah itu, seolah tuli dan bisu akan sejarah. Padahal dalam perjalannya terdapat kisah Heroisme bangsa Aceh yang saat ini mulai luntur dalam jiwa masyarakat.[]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kuta Kaphee, Simbol dan Sejarah Kehebatan Aceh di Alue Naga

Terkini

Topik Populer

Iklan