Tulisan Hikayat Prang Sabi Memudar Di Makam Cut Nyak Dhien

Share:
Makam Cut Nyak Dhien [foto:wasatha.com]


WASATHA,.COM,  SUMEDANG - Tulisan  Hikayat Prang Sabi pada dinding marmer pusara Pahlawan Nasional asal Aceh Cut Nyak Dhien di Kompleks Gunung Puyuh, Sumedang mulai memudar, aksara pada sisi kiri kanan makam itu perlu diremajakan kembali.

Hal diketahui saat sejumlah warga Aceh berziarah ke makam tersebut,  Jumat (14/12/2019) kemarin.

Kuncen atau juru kunci makam, Raden Asep Gusnandar mengatakan ia tidak memahami makna kutipan syair Hikayat Prang Sabi berbahasa Aceh itu,  maka ia meminta sejumlah pengunjung dari Aceh untuk mewarnainya dengan tinta hitam agar tulisan pada hiasan marmer dapat terbaca sempurna.

Mauliza Efendi mahasiswa Aceh di Jakarta yang sedang berziarah membantu Asep memarnai tulisan Hikayat Prang Sabi tersebut.

Menurut Asep,  saat ini sudah perlu direnovasi pada tulisan itu dengan marmer baru. Sebab menurutnya itu merupakan nisan lama saat direnovasi semasa Gubernur Ibrahim Hasan tahun 1987.

Makam Cut  Nyak Dhien saat ini dijaga oleh generasi keturunan ke enam dari KH Sanusi, tokoh agama Islam di Sumedang yang merawat Cut Nyak Dhien semasa hidupnya.

Makam Cut Nyak Dhien terakhir direnovasi dengan penambahan papan informasi sejarah di gerbang masuk semasa Gubernur Aceh,  Zaini Abdullah. 

No comments