Headlines
Loading...
Biliknya Terbakar, Santri Lebih Sedihkan Kitab Kuning

Biliknya Terbakar, Santri Lebih Sedihkan Kitab Kuning



WASATHA.COM, TAPAK TUAN - "Idris!" Abi Hidayat menyapa salah satu santri yang sedang duduk diteras rangkang, tatapan Idris lurus menatap kedepan kearah lokasi bekas kebakaran.

"sudah pulang kekampung sekali, ini sudah balik lagi ke dayah, sekarang tinggal ditempat teman dulu karena rangkang terbakar" ujarnya saat penulis bertanya lalu mengalihkan pandangan seolah tak ingin banyak bicara.

Lokasi kebakaran penuh dengan arang bekas kayu yang terbakar, helaian kitab yang terbakar tampak disatukan ada satu wadah, disisi depan saat pertama memasuki lokasi yang terbakar tertulis pada papan pengumuman "Sumbangan Iklas Korban Kebakaran"




Pasantren Darussalam Gampong Blang paroh, Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan berencana untuk membangun bilik permanen untuk setiap korban yang berjumblah dua ratus lebih.

Rencana pembangunan bilik permanen ini ditargetkan bulan maret mendatang dengan dana yang dibutuhkan sebesar satu milyar dan saat ini sudah terkumpul sekitar seratus lima puluh juta lebih dari para relawan yang datang langsung ke lokasi kebakaran.



Rencana ini disampaikan oleh sekretaris pondok pasantren saat dikunjungi oleh relawan Volunteer Peduli Sesama bersama (VOPIS) Forum Komunikasi Generasi Muda Mahasiswa babahrot Aceh Barat Daya (Forkasgemadya) dan HMP Kesejahteraan Sosial (KESOS) yang tergerak menanggapi musibah tersebut senin, (17/12/2019).

“Kita akan membangun bilik baru untuk para santri yang saat ini menumpang di rangkang temannya, dan ini kita khususkan untuk para korban” ujar Abi Hidayat Bin Muhibbudin Waly.

Kebakaran rangkang yang menghanguskan 53 bilik para santri tentu menyebabkan trauma tersendiri, namun demikian yang paling disedihkan adalah terbakarnya kitab kuning milik mereka yang sebelumnya sudah ditulis makna.

“Yang sedih sekali itu kitab-kitab yang sudah diberi makna oleh para santri yang hangus terbakar, walaupun diganti dengan yang baru bisa saja tidak akan sama," sebutnya.

Kebakaran yang disebabkan oleh arus pendek listrik tersebut mengakibatkan para santri kehilangan seuruh pakaian,kitab dan perlengkapan kebutuhan lainnya.

“Saat ini korban baik-baik saja, hanya tidak bisa kita pungkiri trauma itu pasti ada, betapa tidak, mereka sedang tidur tiba-tiba api berupa diatas mata kepala, makanya kini kita utamakan usaha pembangunan kamar baru bagi mereka,” Abi Hidayat melanjutkan.




Bantuan terus mengalir ke Pondok Pasantren Abuya Muda Wali berupa pakaian layak pakai, sembako, kitab dan kebutuhan lainnya.

"Hari ini kami membawa sedikit sembako, pakaian layak guna, juga uang hasil galang dana dan semoga ini dapat membantu membahagiakan mereka," ujar Mustawa Kamal Humas Forkasgemabdya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, telah terjadi musibah kebakaran dahsyat yang menghanguskan rangkang santri pada Senin dini hari (9/12/2019).

0 Comments: