Diundang Harvard, Diplomat Israel ini Ditolak Ratusan Mahasiswa

Share:
Terlihat ratusan mahasiswa secara massal meninggalkan ruang kuliah ketika Dani Dayan, diplomat Israel memulai kuliah umum mengenai "Strategi Hukum Pemukiman Israel" di universitas Harvard, Amerika Serikat. [foto: Alexandra Halaby on twitter: @iskandrah]


WASATHA.COM,  AMERIKA SERIKAT- Ratusan mahasiswa Universitas Harvard Amerika Serikat melakukan aksi membubarkan diri dari ruang kuliah ketika seorang diplomat Israel, Dani Dayan melakukan kuliah umum di universitas tersebut pada kamis (14/11/2019).

Dilansir dari Middle East Monitor (MEMO), Diplomat tersebut ditolak secara massal oleh ratusan mahasiswa Harvard dikarenakan dirinya membawa sebuah diskusi yang dianggap propaganda buruk berjudul “Strategi Hukum Pemukiman Israel” di tanah yang telah diduduki.

Dalam sebuah video, terlihat para mahasiswa awalnya memenuhi ruang kuliah umum, kemudian setelah moderator mempersilahkan diplomat Israel tersebut memulai kuliah, maka mereka  para mahasiswa yang tadinya memenuhi ruangan kuliah berdiri satu persatu meninggalkan ruangan dengan mengangkat plakat bertuliskan “Pemukiman Israel Illegal” dan “ Pemukiman adalah kejahatan perang”. Melihat hal itu Dayan terkejut dan terdengar bergumam mengatakan “Aku ingat melakukan hal ini ketika TK”.



Aksi itu dilakukan bukan hanya sebagai bentuk penolakkan terhadap kependudukan Israel di tanah palestina, namun juga bentuk solidaritas membela tanah palestina dari aksi illegal israel.

Para mahasiswa tersebut menilai apa yang hendak dilakukan oleh Israel terhadap palestina merupakan kejahatan illegal dan melawan hukum internasional. Memakmurkan kolonialisme dan aksi ekstrimis pemindahan rakyat palestina dari tanah mereka sendiri. Maka pandangan seperti ini pantas menjadi  penolakkan besar. Seperti yang dikutip dari akun twitter @HarvardPSC yang berbunyi,

100+ ppl protested Israeli war criminal Dani Dayan’s talk on “The Legal Strategy of Israeli Settlements.” Settlements are illegal under int'l law and part of a grander strategy of settler colonialism and the displacement of Palestinians. We cannot tolerate his extremist views”

 (100+ orang memprotes penjahat perang Israel, Dani Dayan, berbicara tentang "Strategi Hukum Pemukiman Israel." Pemukiman ilegal di bawah hukum internasional dan bagian dari strategi megah kolonialisme pemukim dan pemindahan warga Palestina. Kita tidak bisa mentolerir pandangan ekstremisnya).

Para mahasiswa Harvard juga merasa kecewa dengan pihak fakultas hukum yang telah mengundang secara resmi diplomat Israel tersebut ke universitas untuk memberikan kuliah umum dengan materi propanda.

“Saya kecewa terhadap Fakultas Hukum Harvard yang membiarkan propaganda seperti ini terjadi sebagai proyek kolonial yang diframing sebagai bentuk ‘legal’, ujar salah seorang mahasiswa yang melakukan aksi solidaritas.

Aksi seperti ini bukan merupakan kasus yang pertama terjadi, melainkan pernah dan sering terjadi di universitas-universitas ternama lainnya. []

No comments