Suatu Kisah Tentang “Robur”

Share:

Sebelum punah dimangsa waktu, dirayapi karat dalam sepi, wahai yang diantar Robur menuju puncak sukses, selamatkanlah Bus Tua saksi sejarah Pelajar Darussalam.


SUDAH banyak ditulis, difoto, dan menjadi kenangan mengiris hati bagi mereka yang punya sejuta pengalaman menaiki bus ini.

Robur melegenda bersama sejarah panjang Kota Pelajar Darussalam. Banyak sisi ditulis. Ratusan ribu orang, bahkan lebih atau sampai jutaan orang pernah naik kendaraan ini.

Akan ada banyak kisah tak terhingga tentang bus ini, termasuk Simpang Mesra yang melegenda hingga kini. Simpang yang menjadi saksi degub-degub jantung manakala bus berkelok tajam di Simpang itu.



Cerita di atas dikisahkan orang, hingga kini pun tetap enak didengar.

Mobil ini dari beberapa sumber diketahui dibuat pada tahun 1888. Sebuah pabrikan Volkseigener Betrieb milik Karl Gustav Hiller, Jerman.

Saya tidak mengalami masa-masa mobil tua ini beroperasi. Tapi, hampir semua teman saya memiliki kenangan indah bersama bus tua ini.


Well Robur adalah merek bus dan truk yang berasal dari negara Jerman Timur, nama asli pabriknya adalah Volkseigener Betrieb VEB Robur-Werke Zittau.

Kita tidak tahu, hingga kapan bangkai Robur itu bisa kita lihat. Dalam terik dan hujan Robur diam teronggok dalam sepi, hanya pohon tua yang menaunginya setiap hari.

Melintasi Darusalam, menengok sebelah Kiri samping Wisma Unsyiah, Robur seolah memanggil mereka yang sukses dari zamannya.

Zaman ketika Robur menjadi transportasi masal kaum Pelajar di Banda Aceh yang mengantar penumpangnya ke puncak sukses kehidupan.



Sebelum punah dimangsa waktu, dirayapi karat dalam sepi, wahai yang diantar Robur menuju puncak sukses, selamatkanlah Bus Tua saksi sejarah Pelajar Darussalam.

Setidaknya ada upaya ramai-ramai menyelamatkannya menjadi benda sejarah transportasi Darussalam, sebelum lenyap dimangsa zaman. [arif ramdan]

No comments