Perempuan Pembawa Kasih Sayang, Pelopor dan Kunci Perdamaian

Share:
WASATHA.COM - Penanggulangan terorisme membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tak terkecuali kaum perempuan. Dengan kasih sayang yang dimilikinya, perempuan bisa menjadi pelopor dan kunci perdamaian.
Kesimpulan itu muncul dari kegiatan Rembuk Kebangsaan "Perempuan Pelopor Perdamaian" di Banda Aceh, Kamis (8/6/2017), yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh.

"Perdamaian di sebuah komunitas masyarakat akan terwujud jika keluarga-keluarga yang ada di dalamnya juga mencerminkan perdamaian. Untuk mewujudkan perdamaian di dalam keluarga dibutuhkan peran seorang perempuan," kata Ketua FKPT Aceh, Yusni Sabi.

Guru Besar di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry tersebut menambahkan, pemikiran dan sikap radikal sebagai akar terorisme bisa dicegah apabila perdamaian terwujud. "Perdamaian ada karena tidak adanya kebencian yang merupakan hasil dari pemikiran dan sikap radikal. Perempuan memiliki kasih sayang yang tidak mengenal kasta, tidak mengenal kelas, sama rata dan rasa, yang akan mewujudkan perdamaian," lanjutnya.

Apabila perempuan mampu mengembangkan dan mengamalkan kasih sayangnya, masih kata Yusni, maka perdamaian menemukan kuncinya.

Tokoh perempuan Aceh, Suraiya Kamaruzzaman, membenarkan apa yang disampaikan Yusni Sabi. Dalam konteks Aceh, perempuan masa kini dapat meneladani pejuang perempuan  di masa lampau yang besar kontribusinya dalam mewujudkan perdamaian.

"Perempuan memiliki Cut Nyak Dien, Cut Meutia, dan sederet pejuang perempuan lainnya yang membanggakan. Mereka tauladan kita dalam mewujudkan perdamaian di masa kini," ungkap Suraiya.

Melalui kegiatan Rembuk Kebangsaan "Perempuan Pelopor Perdamaian" ini, perempuan Aceh didorong untuk berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian yang akan mencegah berkembangnya pemikiran radikal dan aksi terorisme.

"Di sini Ibu-ibu dan ditempa agar memiliki semangat kebangsaan, menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme, sehingga mampu berperan dalam upaya pencegahan terorisme," pungkas Suraiya.

Rembuk Kebangsaan "Perempuan Pelopor Perdamaian" ini merupakan salah satu metode dari kegiatan  Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lain yang dilaksanakan adalah workshop video pendek sebagai bagian dari BNPT Vide Festival 2017.Kegiatan ini akan dilaksanakan di 32 provinsi se-Indonesia di sepanjang tahun 2017.

[Sumber : fkptcenter.or.id]