Dampak Negatif Muslimah Ber-Selfie di Medsos

Share:


Foto: annida-online.com


TEKNOLOGI terus berkembang sesuai dengan zamannya. Perkembangan teknologi tersebut menyajikan  kemudahan bagi manusia dalam melakukan aktivitas sehari-sehari. Salah satu teknologi yang banyak di gunakan dewasa ini ialah Smartphone atau Gadget. Ya, alat yang di lengkapi dengan kamera, akses internet, dan fitur-fitur menarik lainnya banyak digandrungi dari kalangan anak-anak sampai orang tua. sehingga yang dapt ditimbulkan adalah dampak sosial budaya masyarakat muslim menjadi berubah dan terkesan "rusak".


Yang miris kita lihat pada zaman sekarang di kalangan remaja muslim, khususnya para muslimah adalah fenomena selfie. Terlebih ada banyak  muslimah yang sudah ngaji, berjilbab syar'i dan plus cadar ikut-ikutan juga selfie, selfie seakan  menjadi fardhu 'ain dalam  kehidupan muslimah zaman kini, jika tidak melakukan aktivitas ini serasa hidup hampa tanpa makna.


Dari segi bahasa "jilbab" (diantara maknanya) adalah gamis. Jilbab itu adalah pakaian yang lebih lebar dari khimar, yang selain rida’. Yang dipakai oleh wanita untuk menutupi kepala dan dadanya” (Lisaanul Arab).


Seakan makna jilbab itu telah hilang di dalam diri muslimah. Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan muslimah berjilbab untuk melindungi diri muslimah dan menjaga mereka dari pandangan manusia. 

Sebagaimana firman Allah Subahanahu Wata'ala,

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59).


Disini jelas fungsi jilbab adalah sebagai pelindung muslimah dari pandangan manusia, dan yangpaling berharga dari muslimah adalah rasa malu yang mereka miliki, rasa malu adalah mahkota berharga para muslimah. 

Firman Allah,

"Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu.” (Qs. Al-Qashash: 25).


Maksudnya, dia (gadis) itu datang dengan mengemban tugas dari ayahnya, berjalan dengan cara berjalannya seorang gadis yang suci dan terhormat ketika menemui kaum laki-laki, tidak seronok, tidak genit, tidak angkuh, tidak tebar pesona, tidak mudah terbawa perasaan (baper), dan tidak membuat lelaki bergairah kepadanya.


Kemanakah rasa malu kaum muslimah sekarang? Ber-selfie ria lalu mengupload ke media sosial? apakah ini baik? Tentu saja tidak, Islam telah memberikan kedudukan tinggi bagi Kaum muslimah dan isalm juga telah mengajarkan banyak hal mengenai sikap baik seorang muslimah untuk menjaga kehormatannya.


Wahai Para Muslimah, Tahukah Foto yang diupload itu dapat mengubar fitnah (Musibah) bagi laki-laki yang  bukan mahram melihatmu, dan tanpa disadari muslimah itu dapt mengantarkan musibah bagi dirimu sendiri. diantara Musibahnya, Jika Banyak laki-laki yang melihat fotomu,itu bukan sebuah kebaikan, melainkan mengantarkan banyak dosa yang dapat  kau miliki. banyak laki-laki yang bukan mahram dapat melihat fotomu, banyak pula, sebab dosa yang kau Dapatkan.


Demi Allah, ini adalah sebuah penyakit" yang lama kelamaan akan menimbulkan rasa ujub, bangga terhadap diri sendiri.


Wajib bagi seorang muslim apalagi wanita (muslimah) untuk Wajib bagi seorang muslim apalagi wanita (muslimah) untuk mempelajari sebab-sebab yang dapat menumbuhkan rasa malu dan menjadi wanita yang berhias dengan rasa malu baik dalam lisan dan perbuatan, wallahua’lam. [Rahim Rivari]/Rzk


BACA JUGA: 

Sepuluh Ciri Muslimah Sejati


Pilihlah Pintu Surgamu Wahai Muslimah



IKADI Aceh Gelar Smart Muslimah Training