Dapatkan Semua Keistimewaan Ini Hanya Dengan Beristigfar

Share:
Foto:Google.com 

ISTIGFAR adalah “Menundukkan jiwa, hati dan pikiran kepada Allah seraya memohon ampun dari segala dosa”. Jika hanya semata-mata menyebut dengan lisan “Astagrfirullahal’azim”. Tidaklah ada gunanya, jika tidak disertai oleh hati dan pikiran yang bulat hendak peroleh ampunan Allah SWT. Oleh karena itu, hendaklah dilakukan bersama lisan yang mengucapkan, dan jiwa yang benar-benar tunduk dan harap akan peroleh ampunanNya.

Memperoleh keutamaan dari Allah dan AnugerahNya
Dengan beristigfar, artinya kita selalu mendahului Allah dalam setiap aktifitas kita. kita sadar bahwa tiada satu perbuatanpun yang kita lakukan, melainkan semua itu disaksikan oleh Allah SWT. 

Meruntuhkan tipu daya iblis dan menghancurkan kesesatan-kesesatan yang disuruhkannya.
Komunikasi iblis memang luar biasa. Hebatnya, kita bahkan sering jatuh dalam jurang yang sama. Maka apa yang bisa kita lakukan? Beristigfarlah! Hal ini dapat mengingatkan diri kita bahwa setiap munculnya niat bermaksiat, kita akan senantiasa mengingat Allah, yang Maha Mengetahui segala sesuatu. 

Menegaskan bahwa tiap-tiap sesuatu itu hanya hasil dengan iradat Allah jua.
Kata-kata “Kebetulan” sering kali menjadi andalan kita saat terjadi sesuatu. Kita lupa bahwa tidak akan terjadi suatu perkara tanpa adanya kehendak dari yang Maha Kuasa. Apapun yang kita terima, baik positif maupun negatif itu semua adalah balasan dari setiap perbuatan yang telah kita lakukan. 

Mewarkan hati yang gundah karena dosa.
Tentu suatu kemuliaan bagi hamba-hamba yang menangis mengingat dosanya. Istigfar adalah suatu jalan untuk mendapatkan ampunan Allah. Firman Allah dalam surah Az-Zumar ayat 53, yang artinya:
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Menghilangkan kesusahan, meluaskan rezeki dan memenuhi hajat.
Hati gundah? Rezeki sempit? Doapun sering tidak terkabul? Ya, sesungguhnya itu adalah cara Allah memanggil hambaNya agar kembali kepadaNya. Pada dasarnya, jiwa-jiwa orang yang beriman tidak akan dilanda gundah gulana. Jiwa-jiwa orang beriman akan selalu mendapat rezeki dari jalan-jalan yang tidak terduga. Dan sungguh jiwa orang-orang yang beriman akan selalu mendapat jawaban dari setiap doa-doanya. 

Memperoleh bagian tertentu dari pada Allah
Istigfar merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Maka tak heran, orang-orang yang senantiasa beristigfar akan selalu mendapat kemuliaan disisi Allah SWT.

Mensucikan diri dari kesalahan
Hanya dengan ampunan Allah kita dapat memperoleh kesucian jiwa dan raga.

Mencegah malaikat menulis kesalahan
Apabila seorang hamba berdosa, berhentilah malaikat seketika dari menulis kesalahan itu dalam catatan amal orang tersebut. Saat orang tersebut segera beristigfar saat itu juga, maka tiadalah jadi ditulis dosanya itu. Membersihkan hati dari lalai dan melicinkan hati dari kelupaan, lalai dari mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sibuk dengan kesenangan dunia. Kita lupa menjalankan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah. Bahkan dalam setiap aktivitas, penyakit lupa akan sering menjadi kendala dalam menyelesaikan pekerjaan kita. Artinya, Penyakit lupa bisa saja karena dosa? Benar. Tapi ternyata, istigfar juga menjadi andalah untuk menyembuhkan dua penyakit tersebut. 

Mendekatkan diri kepada Allah SWT
HambaNya yang mana yang tidak ingin dekat dengan Raja langit dan bumi? Untuk melihat bagaimana kedudukan kita disisi Allah, maka lihat dulu bagiamana kedudukan Allah di hati kita. Insya Allah, jika Allah selalu kita dahulukan, maka Allah juga senantiasa mengutamakan kita.
Mewujudkan kemuliaan Allah dan menyeruNya dengan nama-namaNya yang husna.
Ketika kita beristigfar, artinya kita sadar bahwa kita ini hanya hamba yang hidup atas segala kepemilikan Allah. Allah yang maha Mulia dengan seluruh sifat-sifatNya.

Menjadi sebab diterima taubat dan memperoleh Husnul Khatimah
Siapa yang tidak ingin menjadi hambanya yang husnul khatimah? Tentu ini menjadi harapan bagi setiap umat islam. Maka salah satu jalannya, sering-seringlah memohon ampun kepada yang Maha penerima taubat.

Memperoleh keselamatan dan kesejahteraan
Hidup yang sejahtera, bebas dari segala fitnah adalah impian setiap manusia. Karena dengan adanya kesejahteraan yang diberikan Allah, tentu akan menjadi suatu jalan ketentraman bagi kita untuk menggapai ridha darinya. (Farwida Nazar/Eva)


Sumber: Buku Prof. Dr. T.M. Hasbi ASH – Shiddieqy.