Bagaimana Sebenarnya Keluarga Rabbani Impian Setiap Orang?

Share:
Foto Google

SETIAP insan pasti ingin memiliki keluarga rabbani, nyaman, tentram dan memiliki anak yang sholeh dan sholeha yang diridhoi Allah SWT. Keluarga dalam Islam adalah rumah tangga yang dibangun dari pernikahan antara pria dan wanita sesuai dengan syariat agama islam dan memenuhi ketentuan dalam pernikahan.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs.Ar-Ruum : 21)

Memiliki keluarga yang harmonis sangat di dambakan setiap muslim, seperti keluarga Rasulullah SAW yang baik dan solid akan mengokohkan suatu jama’ah, dan apabila keluarga-keluarga itu buruk dan rusak, akan bisa memperlemah kondisi jamaah dalam Islam secara keseluruhan.

Seorang muslim yang berumah tangga adalah seorang suami yang menafkahi dan mengayomi isterinya, seorang ayah bagi anak-anaknya yang menafkahi dan mendidiknya, dan sebagai pemimpin yang mengarahkan keluarganya menjadi keluarga yang baik dalam menjalankan ajaran Allah SWT.

Dan seorang muslimah yang berumah tangga adalah seorang isteri yang melayani dan mendukung suaminya, mendidik anak-anaknya serta menjadi penanggung-jawab di rumah ketika suaminya pergi.

“Dan orang orang yang berkata : “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Furqon : 74)

Suami dan isteri adalah dua manusia yang telah Allah pasangkan. Dengan adanya pasangan Allah mendatangkan ketenteraman, rasa cinta dan kasih-sayang di antara keduanya, anugerah, karunia dan rahmat dalam suatu binaan rumah tangga Islam.

Dari sebuah keluarga, seorang anak akan melihat bagaimana orangtuanya shalat, berpuasa, membaca alqur’an dan lain sebagainya. Sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah akan senantiasa menanamkan iman dan membentuk anak-anaknya menjadi pribadi dengan akhlak dan budi pekerti yang baik terutama saat bergaul dalam masyarakat.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs Al isra : 23)

Keluarga adalah orang terdekat bagi setiap manusia dan tempat mencurahkan segala isi hati maupun masalah. Keluarga juga merupakan tempat berkeluh kesah bagi setiap anggotanya karena hanya keluargalah yang ada dan senantiasa memberikan perhatiann dengan ketentraman dan ketenangan hati.

“Hai orang-orang beriman ! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari (kemungkinan siksaan) api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya adalah para malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” ( QS Al-Tahrim : 6).

Menjaga nama baik keluarga adalah tugas setiap manusia karena saat manusia berbuat kesalahan maka hal tersebut juga tidak hanya ditimpakan pada dirinya melainkan juga kepada keluarganya. Memiliki sebuah keluarga membuat seseorang bertanggung jawab tidak hanya pada dirinya tetapi juga kepada keluarganya.

Tidaklah dipungkiri bahwa dalam perjalanannya selalu saja ada problematika dalam rumah tangga. Akan tetapi Allah telah mengatur segala sesuatunya di dalam Islam. Keluarga yang mendapatkan ujian karena Allah SWT sangat mencintai keluarga tersebut bila menyelesaikan dengan hati yang tenang dan tidak meluapkan dengan perceraian. karena perceraian adalah perbuatan yang  tidak disuka dan sangat dibenci Allah SWT.

Perceraian tidak akan terjadi kepada keluarga islam yang mempunyai tujuan mendapatkan peran pengabdian Allah SWT. Pernikahan telah mengikat mereka dengan sebuah akad/perjanjian yang kuat, tidak akan yang tidak mudah terungkai hanya dengan hal-hal yang sepele.


Salah satu tujuan pernikahan dan membentuk keluarga adalah untuk memiliki keturunan yang baik dan saleh. Memiliki anak yang saleh dan shalehah adalah karunia dan berkah Allah SWT kepada setiap orangtua. Membangun sebuah rumah tangga dan keluarga pada dasarnya adalah jalan menuju keberkahan karena didalam keluarga ada orang tua dan ridha Allah SWT. [Putri Vonna]/Tek

Baca Juga:

Kupinang Engkau dengan Ar-Rahman









Bergabung Bersama Komunitas Paytren, Klik Di Sini