Pulau Reusam, Surga Yang Menipu Mata

Share:
[FOTO : wasatha.com / Nazar]
Mentari yang mengiringi senada dengan langkah kaki yang mulai masuk ke boat Robi, seorang petugas yang setia mengantar –jemput pengunjung  untuk berlayar ke sana. Di sepanjang perjalanan, pesona pantai begitu memukau setiap pengunjung. 

Mengintip Surga kecil yang menipu mata. Minggu, (9/42017). Tepatnya di Desa Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya.  Jika diperhatikan dari jauh, tak ada yang istimewa dari pulau yang saling berhimpitan itu. Namun ternyata ada surga kecil yang tersembunyi di sana.

Tanpa harus merogoh kocek yang lebih dalam. Cukup dengan Rp. 15.000/orang, para pengunjung dengan mudah berlayar ke sana. Memakan waktu hingga 15 menit, namun keindahan saat melewati laut sangat dinikmati siapapun yang berkunjung ke sana.

Tidak cukup hanya menikmati tepian pantai yang telah menipu mata. Di sebelah Barat, paras laut nan indah bagaikan kolam, akan menambah decak kagum setiap pengunjung yang pergi ke sana. Tepatnya di balik tebing yang menghiasi pantai, di sana pengunjung akan menemukan pemandangan itu.

Lokasi favorit bagi pengunjung adalah berteduh di bawah pohon. Gelombang yang sangat bersahabat membuat pengunjung akrab dan ingin berlama-lama di air laut yang bening itu. Hampir setiap hari, pulau Reusam selalu ada yang menghampiri.  

Pulau Reusam  juga menyediakan tempat penginapan dan warung makan bagi para wisatawan. Pada hari libur di akhir pekan, di sana pengunjung dengan mudah menemukan kuliner yang beraneka ragam. Namun, jika pengunjung ke sana di luar waktu tersebut, bersiap-siaplah membawa santapan yang cocok dengan cita rasa pantai yang begitu menawan.

[FOTO : wasatha.com / Nazar]

Pulau yang di sahkan oleh pemerintah daerah sejak 2013 itu merupakan salah satu tempat favorit yang bernuansa Islami. Remaja  putra dan putri tidak dibiarkan bercampur baur.  Setiap pengunjung dituntut untuk menjaga batasan-batasan norma yang telah ditetapkan.  Bahkan pihak Wilayatul Hisbah (WH) juga ikut berpartisipasi mengawasi tempat tersebut pada hari-hari tertentu. 

Sebagai kota yang mulai bersinar setelah Tsunami 2004 silam, tentu bukan hal mudah untuk menarik kembali perhatian masyarakat agar berkunjung kesana. Terlebih menjadikan kota Calang sebagai tempat wisata. Tapi siapa sangkah, ternyata Aceh Jaya telah melahirkan banyak pulau baru yang bebas dari jamahan tangan manusia. Hal ini tentu menjadi perhatian utama  bagi setiap pengunjung yang datang berwisata. 

Beberapa tahun yang lalu, Pulau yang terhampar pasir putih itu bisa ditempuh melalui pelabuhan Kota Calang, dimana Pulau Reusam juga menyediakan tempat transit yang dimafaatkan sebagai penyempurna  lokasi wisata. Namun  akibat pelapukan,  semua itu tidak dapat bertahan lama. Adanya rancangan program  terhadap penataan kembali terhambat karena persoalan dana yang datang bertahap. Namun perencanaan itu tetap akan berlanjut melihat besarnya minat pengunjung yang berwisata ke Pulau bertiang cemara itu.[Farwida Nazar] / Ron