Inovasi Limbah Sagu, IAIN Ambon Jadi Juara Pertama

Share:


Foto: Wasatha.com/Arif
PEMENANG juara satu dari Lomba karya inovasi mahasiswa PIONIR VIII, jatuh kepada Shofia latifa dan Syafrizan Ruslan dari IAIN Ambon provinsi Maluku dengan judul Pemanfaatan limbah sagu sebagai pembuatan produk bietanol, pupuk organik, dan biopsorben yang diselenggarakan di Aula lt. II fakultas Sains dan Teknologi (28/04/2017).

Menurut pemateri, yang menjadi landasan kenapa  mengangkat tema ini karena salah satu sumber daya alam yang dihasilkan oleh provinsi Maluku yaitu sagu. Tetapi disini bukan sagunya melainkan sisa ampas buatan sagunya. Sisa ampas tersebut sudah diteliti memiliki mamfaat yang sangat berguna. Karena didalam limbah tersebut bisat dibuat menjadi produk  bietanol, pupuk organik baik padat maupun cair dan biopsorben.

Tujuan mengangkat karya inovasi tersebut karena mengingat di provinsi Maluku merupakan pengahasil sagu terbesar di kawasan bagian timur. Sehingga ada inisiatif  untuk mengolah  limbah yang sudah lama menumpuk di tempat pengolahan sagu. Dan manfaatnya pun sebagai salah satu bahan yang bernilai ekonomi tinggi dimana memberikan keuntungan tinggi bagi masyarakat khususnya masyarakat Maluku dan pada umumnya pada Indonesia

Maka dari itu produk ini bisa menjadi terobosan terbaru bagi Indonesia tersendiri dan diharapkan juga ada bantuan dari pemerintah untuk menindak lanjuti penelitian ini. Karena penelitian ini masih dikatakan sederhana sehingga di butuhkan bantuan dari pemerintah untuk menanganinya agar dapat membuat skala yang lebih besar Contohnya  bietanol yang berfungsi untuk mengganti bahan bakar karena bietanol adalah bahan bakar yang ramah lingkungan, dan juga mengganti bahan bakar spritus,minyak tanah, bensin, dan sebagainya.

Sedangkan pupuk organik mampu membuat pertumbuhan bagi tanaman cabai dan tomat agar dapat tumbuh secara cepat. Karena pupuk organik imempunyai unsur-unsur yang perlukan oleh tanah seperti pospor, calium,dan sebagainya.

Dan biopsorben juga mengandung karbon aktif yang dapat menyerap minyak pada air yang tercemar atau kotoran-kotoran oleh karbon aktif. Sehingga dapat menghasilkan air yang jernih dan layak diminum sebagai kebutuhan hidup.

"Kami berupaya bagaimana menjadi trobosan terbaru bagi pemerintah. Dan harapannya semoga Indonesia bisa lebih maju dengan produk ini untuk dikembangkan bahkan internasional. Kerena karya inovasi ini bisa memberikan dampak positf bagi masyarakat yang masih membutuhkan kesejahteraan hidup, dan kami cinta Indonesia" Pungkas Shofia saat diwawancara [Ermit Salisda]/Rzk