| Penutupan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah di Aula Meeting Room Hotel Diana. (Foto: Ist). |
Banda Aceh - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh secara resmi menutup Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Gelombang II Tahun 2026. Penutupan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama enam hari, mulai 29 September hingga 4 Oktober 2026, dilaksanakan di Aula Meeting Room Hotel Diana, Banda Aceh.
Mewakili Dekan FDK UIN Ar-Raniry, Jasafat, Wakil Dekan I, Mahmuddin, dalam sambutan penutupannya menyampaikan bahwa peran Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah merupakan amanah yang mulia sekaligus penuh tanggung jawab.
"Para jamaah tidak hanya membutuhkan bimbingan teknis tata cara manasik, tetapi juga sosok pendamping yang sabar, bijaksana, serta mampu menjadi teladan yang baik," ujar Mahmuddin.
Ia menambahkan, melalui seluruh rangkaian materi, simulasi, hingga ujian yang telah dilalui, para peserta diharapkan dapat menjaga integritas, profesionalisme, kompetensi, dan akuntabilitas dengan berpegang teguh pada regulasi serta nilai-nilai syariat.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Afrijal, yang diwakili oleh Kepala Sub. Bidang Pelayanan, Muhammad Imran, menyampaikan bahwa kelulusan sertifikasi ini menjadi syarat penting untuk mengikuti seleksi petugas haji dan umrah. Ia berharap para pelatihan yang lulus nanti agar juga dapat dapat ikut tahap seleksi berikutnya serta menjadi petugas yang berintegritas dan bertanggung jawab, pungkasnya.
Ketua Panitia, Abizal Yati, melaporkan bahwa kegiatan sertifikasi ini diikuti oleh 54 peserta laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai instansi serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) kabupaten/kota se-Aceh.
"Tugas pembimbing manasik haji dan umrah bukanlah sekadar pelayanan administratif atau pemandu perjalanan biasa. Pembimbing adalah garda terdepan dalam menjaga keabsahan, kekhusyukan, serta kemakmuran ibadah para tamu Allah ," tegas Abizal.
Abizal menyebutkan penilaian peserta selama pelatihan didasarkan pada beberapa kriteria, seperti kedisiplinan (termasuk kegiatan senam pagi), kehadiran, keaktifan berdiskusi, kerapian, hingga hasil ujian akhir.
Pada penutupan acara, panitia mengumumkan 5 Peserta Terbaik, yaitu : Peserta Terbaik 1: Dr. Irwan Saputra, SE., MM., Peserta Terbaik 2: Hj. Darmiati, S.Pd., Peserta Terbaik 3: Dr. Mudawali, S.Pd.I., MA., Peserta Terbaik 4: H. Saifullah Yusuf, Lc., MA. dan Peserta Terbaik 5: H. Abdul Jalil Yusuf, SE. []