Iklan

Iklan

Lawan Kriminalitas, Kehadiran Pedagang di Darussalam Berhasil Ciptakan Rasa Aman dan Cegah Aksi Begal

6/19/26, 21:24 WIB Last Updated 2026-06-19T14:24:57Z


BANDA ACEH — Kawasan depan Gedung Pascasarjana Darussalam kini menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat yang ramai sejak pagi hingga malam hari. Deretan pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat mencari makan bagi mahasiswa dan warga sekitar, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan rasa aman bagi lingkungan sekitarnya.


Salah satu pedagang yang telah lama menghidupkan kawasan tersebut adalah Pak De. Pria yang mulai berjualan sejak tahun 2008 itu telah menyaksikan langsung perubahan kondisi kawasan Darussalam dalam hampir dua dekade terakhir.


Menurutnya, sebelum banyak pedagang beraktivitas di lokasi tersebut, kawasan depan Pascasarjana dikenal cukup sepi dan rawan tindak kriminal. Minimnya aktivitas masyarakat membuat pelaku kejahatan memiliki lebih banyak kesempatan untuk melancarkan aksinya.


"Di sini kejahatan kan terkadang ada juga dulu. Kayak begal, terkadang maaf cerita pegang-pegang perempuan, macam-macam. Tapi dengan adanya kita yang jualan begini, orang-orang seperti itu sudah tidak ada lagi. Kalau dulu banyak, karena di sini sepi," ujar Pak De.


Ia menilai keberadaan pedagang dan pembeli yang terus beraktivitas setiap hari telah menciptakan pengawasan sosial secara alami. Keramaian yang terbentuk membuat pelaku kejahatan berpikir dua kali untuk melakukan tindakan kriminal.


"Sebenarnya kalau ada orang jualan dan ramai begini, pelaku-pelaku itu takut," tambahnya.


Fenomena tersebut sejalan dengan konsep dalam ilmu kriminologi yang menyebutkan bahwa kejahatan cenderung muncul ketika terdapat kesempatan dan minim pengawasan. Kehadiran masyarakat di ruang publik menjadi salah satu faktor yang dapat menekan potensi terjadinya tindak kriminal.


Selain memberikan dampak terhadap keamanan lingkungan, para pedagang juga berupaya menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan yang mereka gunakan untuk berjualan. Meski sebagian lapak yang berdiri belum memiliki status resmi dan kerap berada dalam bayang-bayang penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), para pedagang mengaku tetap berkomitmen menjaga lingkungan sekitar.


Bagi mereka, menjaga kebersihan dan ketertiban merupakan bentuk tanggung jawab atas ruang publik yang dimanfaatkan setiap hari untuk mencari nafkah.


Kondisi ini menghadirkan dilema tersendiri. Di satu sisi, pemerintah memiliki kewajiban menata kawasan perkotaan agar tetap tertib dan sesuai aturan. Namun di sisi lain, keberadaan para pedagang telah terbukti menghadirkan aktivitas sosial yang berdampak positif terhadap keamanan lingkungan.


Kini, harapan para pedagang tertuju pada pemerintah agar dapat menghadirkan solusi penataan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek ketertiban kota, tetapi juga manfaat sosial yang telah tercipta selama bertahun-tahun.


Sebab, tanpa adanya aktivitas masyarakat yang menghidupkan kawasan tersebut, warga khawatir wilayah depan Pascasarjana Darussalam akan kembali menjadi kawasan yang sepi dan rentan terhadap berbagai tindakan kriminal seperti yang pernah terjadi di masa lalu.


[Cindy Aulia Sukma]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lawan Kriminalitas, Kehadiran Pedagang di Darussalam Berhasil Ciptakan Rasa Aman dan Cegah Aksi Begal

Terkini

Topik Populer

Iklan