Iklan

Iklan

HMTP Goes to School XI Kenalkan Dunia Pertambangan kepada 600 Pelajar di Banda Aceh dan Aceh Besar

6/05/26, 18:14 WIB Last Updated 2026-06-05T11:14:09Z


Banda Aceh — Puluhan mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala turun langsung ke sejumlah sekolah menengah atas di Banda Aceh dan Aceh Besar melalui program HMTP Goes to School Chapter XI. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 Mei 2026 ini bertujuan memperkenalkan dunia pertambangan, pendidikan tinggi, serta peluang karier di sektor pertambangan kepada para pelajar.


Mengusung tema “Mengenal Lebih Dekat Program Studi Teknik Pertambangan USK: Peluang, Tantangan, dan Prospek Karier di Industri Pertambangan”, program yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Pertambangan USK, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP), dan Perhapi Aceh tersebut menyasar sekitar 600 siswa dari 33 SMA, MA, dan sekolah sederajat di Banda Aceh serta Aceh Besar.


Ketua panitia, Muttaqina Mafaza, mengatakan kegiatan ini lahir dari keinginan untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada pelajar mengenai dunia pertambangan yang selama ini masih kerap disalahpahami.


“HMTP Goes to School bukan hanya menjadi sarana promosi program studi, tetapi juga wadah edukasi bagi siswa untuk memahami bagaimana industri pertambangan berperan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin menunjukkan bahwa pertambangan modern mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan inovasi teknologi,” ujarnya.


Dalam setiap kunjungan, para mahasiswa memperkenalkan berbagai aspek industri pertambangan, mulai dari tahapan eksplorasi, proses penambangan, reklamasi pascatambang, hingga peluang karier yang dapat ditempuh oleh lulusan Teknik Pertambangan.


Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi, mulai dari prospek kerja di sektor pertambangan, tantangan yang dihadapi di lapangan, hingga kontribusi industri pertambangan terhadap pembangunan nasional.


Dosen Pembina Kemahasiswaan Program Studi Teknik Pertambangan USK, Febi Mutia, menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman yang lebih baik di kalangan generasi muda.


“Selama ini masih terdapat berbagai persepsi yang kurang tepat mengenai industri pertambangan. Melalui HMTP Goes to School, mahasiswa hadir langsung untuk berbagi pengalaman dan memberikan gambaran nyata bahwa pertambangan merupakan sektor yang sangat penting bagi pembangunan, sekaligus terus berkembang menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab,” katanya.


Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan USK, Haqul Baramsyah, menyebut minat calon mahasiswa terhadap bidang pertambangan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.


Menurutnya, berdasarkan tingkat keketatan tertinggi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) USK Tahun 2026, Program Studi Teknik Pertambangan menempati peringkat kedelapan program studi dengan tingkat persaingan tertinggi di lingkungan USK.


“Hal ini menunjukkan meningkatnya minat calon mahasiswa terhadap bidang pertambangan dan menjadi indikator bahwa program studi ini memiliki daya saing yang kuat serta prospek yang menjanjikan,” ujarnya.


Melalui HMTP Goes to School Chapter XI, para pelajar memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai industri pertambangan, peran strategisnya dalam pembangunan, serta peluang karier yang tersedia di masa depan.


Program ini juga diharapkan dapat mengurangi stigma negatif terhadap sektor pertambangan sekaligus menumbuhkan pemahaman bahwa praktik pertambangan yang baik dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.


Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, praktisi, dan sekolah, HMTP Goes to School terus menjadi ruang edukasi yang memperluas wawasan generasi muda tentang dunia pertambangan dan berbagai peluang yang dapat mereka raih di masa depan.

[Ari Maulana]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • HMTP Goes to School XI Kenalkan Dunia Pertambangan kepada 600 Pelajar di Banda Aceh dan Aceh Besar

Terkini

Topik Populer

Iklan