| Wawancara Yusrawati, Kaur Referensi Perpustakaan UIN Ar-Raniry, bersama Shafa Salsabila, mahasiswa KPI UIN Ar-Raniry, Kamis (16/04/2026). (Foto: Ist). |
Banda Aceh - Sebagian perpustakaan dan toko-toko buku saat ini tidak lagi menjadi pilihan banyak individu untuk membaca serta mencari keilmuan. Hal ini diakibatkan kemajuan teknologi yang signifikan, seperti Artificial Intelligence (AI).
Teknologi karya John McCarthy itu membuat para individu secara instan mendapat hal yang ingin dicari tanpa harus membeli, mencari, hingga membaca buku. Kendati demikian, sering kali hasil dari AI tidak selalu akurat dan komprehensif. Oleh karena itu, buku, artikel, dan bahan lainnya tetap menjadi akumulasi dalam memahami ilmu.
Pantauan Wasatha.com di Pustaka Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, kunjungan mahasiswa masih memiliki angka yang signifikan di tengah merambatnya penggunaan AI di kalangan mahasiswa.
Yusrawati, Kaur Referensi Perpustakaan UIN Ar-Raniry, mengatakan perpustakaan UIN Ar-Raniry ramai dikunjungi mahasiswa pada weekday (hari kerja), terkhusus yang tinggal di sekitar kampus. Menurutnya, penambahan beberapa fasilitas dan jam operasional mempengaruhi minat mahasiswa datang serta betah berlama-lama di perpustakaan.
"Tingginya angka kunjungan mahasiswa saat ini membuktikan mahasiswa Gen Z memiliki minat literasi yang tinggi," kata Yusrawati kepada Shafa Salsabila, mahasiswa KPI UIN Ar-Raniry, Kamis (16/04/2026).
Tidak mudah, Yusrawati mengaku memiliki strategi tersendiri dalam menyongsong antusiasme pengunjung pustaka, di antaranya menggelar kegiatan seperti Event Books Fair. Ia menjelaskan, kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Pustaka UIN Ar-Raniry dengan toko buku ternama di Indonesia, Gramedia.
"Tujuannya, agar pengunjung mengetahui bahwa perpustakaan bukan hanya melihat buku yang itu-itu saja, tetapi juga dapat melihat buku-buku baru penerbit Gramedia dengan diskon harga yang lebih murah," tambah Yusrawati.
Tak hanya itu, Pustaka UIN Ar-Raniry menyediakan layanan perpustakaan selama satu bulan sekali, setiap Jumat, berupa kopi dan buah-buahan potong untuk pengunjung yang datang.
Lebih menarik, Pustaka UIN Ar-Raniry saat ini menghadirkan alat fitnes untuk olahraga, seperti treadmill dan sepeda statis. Seluruh fasilitas itu dapat digunakan oleh seluruh pengunjung pustaka tanpa terkecuali.
"Jadi, perpustakaan UIN Ar-Raniry tidak hanya sekadar tempat membaca dan belajar saja, namun perpustakaan Ar-Raniry juga dapat menjadi tempat untuk bersantai hingga berolahraga bagi para pengunjung," pungkas Yusrawati. [Shafa Salsabila]