Cerita Emy, Penggerak Awal Wasatha Menembus Presiden Tanpa Kartu Pers

Share:

WASATHA.COM - Tak terasa, wasatha.com kini sudah berusia 3 tahun, sudah menemani masyarakat dengan berita-berita nya. Dengan tagline "Mangabarkan yang Benar" Wasatha selalu berusaha memberikan informasi yang benar secara akurat.

Bermula dari kelas Praktikum Media Online, kini Wasatha sudah menjadi wadah bagi setiap mahasiswa untuk mencurahkan inspirasi mereka dalam hal literasi. Selain tugasnya untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai. Banyak mahasiswa yang merasa terbantu untuk mengembangkan bakat minatnya di bidang jurnalistik.

Terkenang kembali kejadian beberapa tahun silam, saat kelas perkuliahan berlangsung, sang inisiator Wasatha Bapak Arif Ramdan memberikan Challange untuk mengelola sebuah media.



"Kalian mau nulis di media orang lain atau kelola media sendiri?," tanyanya.

Sontak dengan rasa bangganya kami yang berjumlah sekitar kurang lebih 30 orang memilih untuk mengelola media.

Menjadi media yang baru dengan personilnya yang masih sangat awam harus bersaing dengan media yang sudah lebih dulu di kenal orang. Rasa minder pun seketika muncul, akan tetapi tekad kami yang kuat untuk berkembang mampu mengalahkannya.

April 2017. Pekan Ilmiah, Olah Raga,  Seni dan Riset (PIONIR) ke VIII PTKI se-Indonesia menjadi liputan perdana bagi kami untuk dapat meliput semaksimal mungkin. Mulai dari acara persiapan, pembukaan hingga penutupan, kami mampu memberikan informasi secara cepat kepada pembaca.

Saat itu, karena kecekatan kami menginformasikan, Kami diajak berkolabosi dengan pihak Humas UIN Ar-Arraniry untuk memberitakan kegiatan PIONIR ini hinggai usai. kami yang mulanya hanya duduk di kantin saat itu hingga diberikan tempat khusus.



Selain itu, ada beberapa liputan besar seperti Penas KTNA XV yang di hadiri Presiden Ir. Joko Widodo dan Peresmian payung Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh oleh Wakil Presiden yang kala itu dijabat oleh Drs. H. Jusuf Kalla. Itu semua kami lalui tanpa Kartu Pers, karena masih terlalu baru untuk dibuatkan.

Saat itu, kami para editor yang masih buta dalam dunia jurnalistik benar-benar di tekan untuk bisa. Setiap sudah menulis berita dan mengirimnya di grup redaksi harus siap dikritik.

Bahkan kami harus mengeditnya lagi hingga 3 atau 4 kali. Banyak kejadian yang masih membekas dalam ingatan setiap orang yang ikut andil membangun Wasatha.

Saya, penggerak awal Wasatha, turut senang dengan kondisi Wasatha yang semakin meningkat, banyak sudah pengurus yang sangat berkompeten di bidang menulis, desain maupun video. Semoga saja Wasatha dapat berkembang dan bersaing lebih jauh lagi dengan media-media mainstream di Aceh

Kini dan seterusnya Wasatha akan berusaha terus menjadi yang terbaik dan tetap mengabarkan yang benar. Selamat milad ke 3 Wasatha, Selalu mengabarkan yang benar!

#Miladke3WASATHA

No comments