Raisul FATA: Muda Itu Berperan, Bukan Baperan

Share:

Oleh: Ruhul Maysarah
Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno pernah mengatakan "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia." 

Ungakapan tersebut jelas mengambarkan sebegitu besarnya eksistensi dan keunggulan para pemuda, sehingga Soekarno mengucapkan kalimat tersebut, karena masa muda adalah masa dimana otak, otot dan semangat sedang membara.

Pemuda juga dianggap memiliki segudang ide kreatif dan mampu berpikir secara out of the box.
Berbicara tentang pemuda, di Banda Aceh terdapat satu komunitas pemuda pecinta ilmu agama, atau lebih dikenal dengan Raisul Fata (RAFA), yang dibentuk pada awal tahun 2018.

Raisul Fata merupakan sebuah komunitas anak muda yang ingin belajar bersama-sama serta mengkaji ilmu agama islam.

Komunitas ini terinspirasi dari komunitas Shift yang di bentuk oleh Ustadz Hanan Attaki di kota Bandung pada Maret 2015 lalu.

Berbeda dengan Shift, Raisul Fata ini hanya beranggotakan lelaki saja. Dan biasanya mereka mengadakan agenda rutin berbentuk kajian, ngaji on the street serta shalat shubuh berjama’ah.

Namun jangan salah, kajian yang diadakan terbuka untuk berbagai kalangan baik laki-laki, perempuan, orang tua maupun yang masih remaja. Biasanya Raisul Fata mengadakan kajian rutin setiap dua minggu sekali dan biasanya bertempat di masjid Baitul Alam, Kuta Alam, namun terkadang diadakan di tempat yang lain, menyesuaikan kondisi.
Di setiap akhir tahun biasanya mereka akan mengadakan agenda besar seperti kajian-kajian akbar serta mengundang pemateri-pemateri besar seperti Habib Anies dari malang dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, Raisul Fata juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang disukai oleh anak muda, seperti tafakkur alam dengan cara hiking, dan bermain futsal bersama untuk menjaga silaturahmi antar anggotanya.

Raisul Fata secara langsung maupun tidak langsung mengajak anak muda untuk bersemangat belajar agama dan terus istiqamah dalam hijrah, serta menguatkan pemahaman aqidah dan fiqih dikalangan anak muda.

Hal ini terlihat dari tema-tema kajian yang mereka adakan yang bernuansa anak muda, serta menyesuaikan media dakwah mereka sesuai dengan kegemaran anak muda era sekarang yaitu melalui instagram dan juga Youtube.
Ditengah perkembangan dunia teknologi di era modern ini, kebanyakan pemuda lebih memilih untuk menghabiskan waktu mereka dengan teknologi, terutama gadget.

Serta simpang siurnya informasi mengenai ilmu agama membuat Raisul Fata  memberikan perhatian lebih bagi para pemuda, apalagi mereka sendiri juga masih berusia muda, sehingga bisa lebih memahami lingkungan dan teman-teman sepantarannya.

Raisul fata juga berharap semoga komunitas ini tetap bisa istiqamah dalam menjalankan dakwahnya serta memfasilitasi pemuda-pemuda aceh untuk mendalami ilmu agama.

“Pemuda aceh harus mengutamakan ilmu agama dibanding dengan ilmu dunia, hendaknya pemuda aceh bisa lebih bersemangat dalam menuntut ilmu agama apalagi mengenai ketauhidan," ujar widyan salah satu anggota komunitas Raisul Fata.

No comments