Digital Amnesia, Budak Teknologi?

Share:
Illustrasi Gawai | Source: toomanyadapters.com

Oleh Maulidya

TEKNOLOGI merupakan salah satu hal yang sangat penting. Dengan adanya teknologi, semua hal bisa dapat dengan mudah didapatkan, baik itu makanan, menjelajahi tempat yang belum pernah dikunjungi, melakukan kontak dengan jarak yang jauh, dan menyimpan data pribadi.

Pada umumnya, orang-orang menyimpan berbagai data pribadi di ponselnya. Beberapa data pribadi yang disimpan di ponsel yaitu nomor telepon orang, menyimpan data keuangan, mencari informasi lewat internet bahkan berbagai informasi lainnya seperti hasil rapat, menyimpan dokumen yang akan dipresentasikan.

Digital Amnesia

Secara tidak sadar, kebanyakan orang sedang mengalami ketergantungan akan teknologi atau biasa orang sebut budak teknologi. Budak teknologi tersebut memiliki nama ilmiahnya yaitu Digital Amnesia.

Digital Amnesia adalah suatu hal yang terjadi ketika individu-individu memilih untuk mengingat, menulis, merekam berbagai informasi penting pada perangkat digital. Salah satu perangkat digital dipakai kebanyakan orang adalah ponsel.

Ketergantungan Dengan Perangkat Digital

Apabila informasi sedang dibutuhkan, maka orang-orang akan memilih untuk membuka di perangkat digital tersebut. Pada saat perangkat digital ini hilang atau hanya tertinggal di rumah, kepanikan atau kekhawatiran akan muncul.

Kapersky Lab menjelaskan dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa individu amat mempercayakan perangkat digital untuk menyimpan berbagai informasi maupun data-data penting, baik itu hasil rapat atau presentasi, mencadangkan catatan dalam bentuk digital, dan mencatat informasi yang didapatkan pada perangkat digital.

Kinerja Otak Berkurang

Pada saat orang-orang hanya tinggal mengambil atau melihat beberapa data penting di ponsel, maka tidak ada usaha untuk mengingat karena semua informasi sudah ada di perangkat digital.

Hal ini menyebabkan kurang terlatihnya otak untuk mengolah informasi dalam jangka pendek atau panjang dan tidak ada perkembangan sel saraf baru pada otak.

Studi di Harvard dan University of Columbia membenarkan hal ini pada penelitian yang menyatakan bahwa kemampuan anak-anak muda di Amerika Serikat berubah saat adanya kemudahan dalam mencari informasi melalui internet.

Selain melemahnya kerja otak, dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh digital amnesia adalah terjadinya cybercrime atau pencurian data pribadi.[]

*Penulis merupakan mahasiswa Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

No comments