Iklan

Iklan

Darwis, Pelanjut Estafet Baru QAF UIN Ar-Raniry

Rizki Ananda
1/06/20, 09:39 WIB Last Updated 2020-01-06T14:11:58Z

Penyerahan simbolis dan serah jabatan dari Ali Riedha, ketua umum lama kapada Nadaruwis Duana Situmorang, ketua umum lama QAF UIN Ar-Raniry, Aula Rektorat UIN Ar-Raniry (05/01). 

WASATHA.COM, BANDA ACEH- UKM Qur’an Aplikasi Forum(QAF) menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) III di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry, Minggu (05/01/2020).

Acara ini dihadiri oleh Pembina QAF, Dr. Samsul Bahri dan para anggota serta alumni.

Musyawarah tersebut diadakan dalam rangka membahas beberapa perkara internal organisasi serta pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum baru.

Hasil musyawarah memutuskan bahwa Nadaruwis duana situmorang dan Maulida Yani melanjutkan estafet sebagai ketua umum dan wakil umum QAF periode 2019-2020.

Sebagai Ketua umum baru, Darwis akan mengevaluasi kembali program periode sebelumnya serta akan melaksanakan program Tahsinul Qur’an pada setiap fakultas di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Hal itu dilakukan bertujuan agar mahasiswa dapat fasih membaca Al-Qur’an dan dapat memperkenalkan QAF kepada khalayak.

“Insya Allah kita akan membuat program tahsin pada setiap fakultas di UIN Ar-Raniry untuk membantu memperbaiki bacaan mereka serta memperkenalkan QAF kepada publik”, jelasnya dalam wawancara.

Kegiatan itu dilakukan dalam rangka mengurangi tingkat rendahnya bacaan Al-Qur’an Mahasiswa/i kampus Agama kebangaan Rakyat Aceh tersebut.

"Berdasarkan survei Kementrian Agama, Mahasiswa UIN Ar-Raniry termasuk kategori terbawah dalam fasih membaca Al-Qur’an, oleh karenaya dengan adanya program tahsin dapat mengurangi tingkat buta huruf dalam membaca Al-Qur’an”, jelasnya kembali.

Foto bersama keluarga besar QAF UIN Ar-Raniry.
Wakil ketua umum baru, Maulida Yani menjelaskan bahwa mandat baru adalah amanah besar, program yang belum terlaksana akan direalisasikan pada periode baru.

“Intinya merealisasikankembali program yang belum tercapai pada periode sebelumnya”, jelasnya.

Maulida berharap bahwa setiap pengurus baru ketika sudah meninggalkan jabatan nantinya dapat memiliki hafalan minimal 2 juz. 

“Harapannya setelah meninggalkan jabatan pada akhir kepengurusan nantinya setiap pengurus dapat memiliki hafalan minimal 2 juz”, harapnya.

Demisioner ketua umum Qaf, Ali Riedha berharap, ketua umum dan wakil ketua umum baru mampu mengerahkan potensi SDM QAF lebih baik, serta mampu menjadikan QAF menjadi wadah Qur’ani bagi siapapun.

"Saya berharap, ketua dan wakil terpilih mampu mengerahkan segala potensi mahasiswa, memperkuat hubungan internal QAF dengan menumbuhkan semangat dan cinta Qur’an yang mengakar dalam  internal maupun eksternal." harapnya. []



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Darwis, Pelanjut Estafet Baru QAF UIN Ar-Raniry

Terkini

Topik Populer

Iklan